Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Berita

Resmi Ditutup, Dapur Umum Pemkab Tala Sukses Penuhi Kebutuhan Korban Banjir

Avatar photobadge-check


					Ket. Dokumentasi hari terakhir Bersama Dapur Induk Posko Banjir yang diadakan oleh Dinas Sosial Kab.Tanah Laut. Foto Istimewa Perbesar

Ket. Dokumentasi hari terakhir Bersama Dapur Induk Posko Banjir yang diadakan oleh Dinas Sosial Kab.Tanah Laut. Foto Istimewa

SANAK.ID,PELAIHARI – Masa operasional dapur umum untuk penanganan banjir di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi berakhir pada Kamis (15/01/2026). Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tanah Laut mencatat, selama 15 hari masa tanggap darurat, sebanyak 77.365 bungkus nasi telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Penutupan dapur umum ini dilakukan seiring dengan menurunnya debit air di lokasi banjir. Langkah ini dinilai sukses berkat instruksi Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, yang didukung pengawasan langsung Sekretaris Daerah, Ismail Fahmi, serta Ketua TP PKK Tala, Hj. Dian Rahmat.

Subkoor Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Tala, Wahyu Juari Sulistiono, SST., M.I.P., menjelaskan bahwa seluruh permintaan logistik dari warga telah terpenuhi 100 persen tanpa ada yang terlewat.

“Terhitung sejak 1 Januari hingga penutupan hari ini, 15 Januari 2026, total permintaan masuk sebanyak 77.365 bungkus dan semuanya berhasil kami penuhi,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Kamis (15/01/2026).

Layanan dapur umum ini sebelumnya difokuskan untuk empat kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Bumi Makmur, Kurau, Bati-Bati, dan Tambang Ulang.

Meskipun dapur umum ditutup, Wahyu menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti total. Berdasarkan hasil rapat koordinasi, skema bantuan kini dialihkan dari makanan siap saji menjadi distribusi bahan mentah (sembako) bagi desa-desa yang masih memiliki genangan air, seperti di wilayah Kali Besar dan Handil Negara.

“Sesuai kesepakatan rapat, layanan dapur umum dicukupkan karena air sudah surut. Bantuan selanjutnya berupa barang mentah bagi warga yang wilayahnya masih tergenang atau ‘calap-calap’ sedikit,” tambahnya.

Operasi kemanusiaan ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari SKPD, relawan PMI, Tagana, PSM, PKH, hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, KNPI, HMI, dan Pramuka. Sinergi ini membuktikan soliditas elemen masyarakat Tanah Laut dalam menghadapi bencana. (SANAK.ID/ALI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bobol Gudang Bengkel di Desa Panggung, Pemuda Asal Pabahanan Ditangkap Polsek Pelaihari

25 July 2026 - 09:37 WITA

Pesta Miras Oplosan dan Lem di RTH Kijang Mas, 10 Remaja di Tanah Laut Diamankan Satpol PP

18 June 2026 - 13:37 WITA

Polres Tanah Laut Dukung Penuh Satgas Penertiban Kawasan Hutan

24 May 2026 - 15:23 WITA

Perkuat Transparansi Anggaran 2026, Polres Tanah Laut Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan Sosialisasi DIPA

14 January 2026 - 11:30 WITA

Kejaksaan Tanah Laut Gandeng BPKP Kalsel, Lakukan Audit Investigatif Terkait Proyek Film Promosi Senilai Rp5 Miliar

13 January 2026 - 16:38 WITA

Trending on Berita