SANAK.ID ,TAPIN – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak kembali diperkuat melalui sosialisasi edukasi pencegahan kekerasan seksual dalam program Go To School: Aku, Kamu, Mereka di SDN Binderang, Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan edukasi ini diselenggarakan oleh Tilik Rahayu guna meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai cara perlindungan diri serta mengenali berbagai bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dilatih agar lebih berani menyuarakan dan melaporkan apabila mengalami atau mengetahui tindakan mencurigakan di lingkungan mereka.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui beragam metode, seperti simulasi, permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga sesi tanya jawab.
Pendekatan ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia anak sekolah dasar agar pesan mengenai pentingnya menjaga diri dan menghormati batasan tubuh dapat ditangkap dengan mudah.
Inovasi baru yang dihadirkan Tilik Rahayu pada pelaksanaan tahun ini adalah pengenalan Survei Rahasia Tilik Rahayu. Instrumen ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai isu kekerasan seksual secara akurat.
“Survei dilaksanakan secara rahasia sehingga peserta didik dapat menjawab setiap pertanyaan dengan lebih terbuka tanpa merasa takut ataupun tertekan,” ujar perwakilan tim Tilik Rahayu, Marfuah Maulida.
Selain memuat instrumen evaluasi pengetahuan, survei ini juga dilengkapi dengan fasilitas kolom cerita pribadi. Fitur tersebut berfungsi sebagai ruang aman bagi peserta didik untuk menceritakan pengalaman, perasaan, maupun kejadian terkait dugaan kekerasan seksual yang pernah mereka alami atau saksikan secara langsung.
“Kehadiran kolom ini diharapkan menjadi ruang yang aman bagi anak untuk menyampaikan hal-hal yang selama ini mungkin sulit diungkapkan secara langsung,” lanjut Marfuah Maulida.
Seluruh data hasil survei dari sekolah akan dihimpun dan dianalisis oleh tim Tilik Rahayu sebagai bahan pemetaan tingkat pengetahuan serta kesadaran siswa. Hasil analisis data tersebut nantinya menjadi dasar dalam merumuskan strategi edukasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik di masing-masing sekolah pada kegiatan berikutnya.
Tim Tilik Rahayu akan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah jika hasil survei mengindikasikan adanya peserta didik yang diduga menjadi korban atau membutuhkan bantuan perlindungan lebih lanjut. Seluruh proses penanganan dilakukan berdasarkan prosedur perlindungan anak yang berlaku dengan menjaga kerahasiaan identitas siswa serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. (SANAK.ID/ALI)










