Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Berita

Kejaksaan Tanah Laut Gandeng BPKP Kalsel, Lakukan Audit Investigatif Terkait Proyek Film Promosi Senilai Rp5 Miliar

Avatar photobadge-check


					Ket. Kepala Kejari Tanah Laut, Lutvi Tri Cahyanto. Foto Istimewa Perbesar

Ket. Kepala Kejari Tanah Laut, Lutvi Tri Cahyanto. Foto Istimewa

SANAK.ID,PELAIHARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Laut menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Saat ini, Kejari Tanah Laut tengah melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan penyimpangan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 pada proyek pembuatan film promosi pariwisata bertajuk ‘Ketika Cinta Memanggil dari Tanah Laut’.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp5 miliar tersebut kini dalam tahap pendalaman materi oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanah Laut. Senin (12/01/2025).

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Lutvi Tri Cahyanto, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan permohonan resmi kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini diambil untuk melaksanakan audit investigatif guna menghitung secara presisi potensi kerugian keuangan negara yang mungkin timbul.

“Kami bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum. Saat ini, fokus kami adalah menunggu hasil audit dari BPKP Kalsel. Hasil audit tersebut sangat krusial untuk menentukan apakah terdapat mens rea (niat jahat) atau peristiwa pidana dalam pelaksanaan proyek, serta memastikan apakah prosedur penganggaran telah sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Lutvi Tri Cahyanto di Kantor Kejari Tanah Laut, Senin (12/1).

Kajari menegaskan bahwa penyelidikan ini dilakukan secara objektif, tidak berdasarkan asumsi, melainkan berbasis pada alat bukti yang sah sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dalam proses penyelidikan yang telah berjalan, Tim Jaksa Penyidik telah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk pejabat di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut.

Kepala Dinas Pariwisata Tanah Laut saat ini, Julpuadin, telah memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Julpuadin memberikan klarifikasi bahwa keterlibatannya terbatas pada masa jabatannya saat ini, khususnya terkait rencana tindak lanjut pemutaran film. Sementara itu, proses penganggaran dan produksi film yang terjadi pada tahun 2023 saat dirinya masih menjabat sebagai Camat Kurau berada di luar kewenangannya kala itu.

Sebagai informasi, proyek film ‘Ketika Cinta Memanggil dari Tanah Laut’ diproduksi pada masa pemerintahan Bupati periode sebelumnya dengan tujuan sebagai aset promosi wisata daerah. Proyek ini menggunakan skema pembiayaan APBD senilai Rp5 miliar yang sempat menimbulkan polemik di masyarakat terkait efektivitas dan asas manfaatnya dibandingkan dengan media promosi lainnya.

Kejaksaan Negeri Tanah Laut memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara transparan. Apabila hasil audit BPKP dan bukti-bukti pendukung menunjukkan adanya indikasi kuat perbuatan melawan hukum yang merugikan negara, maka status penanganan perkara akan ditingkatkan sesuai tahapan hukum yang berlaku.

“Kami memohon dukungan masyarakat untuk bersabar menunggu proses audit ini selesai. Penegakan hukum ini adalah upaya kami menyelamatkan uang rakyat dan memastikan setiap rupiah APBD digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Tanah Laut,” tutup Lutvi.

Kejaksaan Negeri Tanah Laut adalah lembaga penegak hukum yang berwenang dalam penuntutan dan penyidikan tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang di wilayah hukum Kabupaten Tanah Laut. Kami berkomitmen untuk mewujudkan penegakan hukum yang tegas, humanis, dan berkeadilan.(SANAK.ID/ALI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Trending on Kalimantan Selatan