SANAK.ID,PELAIHARI – Harapan warga Kabupaten Tanah Laut agar banjir segera berlalu mulai menemui titik terang. Genangan air yang merendam sejumlah wilayah, khususnya di tiga kecamatan terdampak, dilaporkan mulai mengalami penyurutan signifikan pada Jumat (09/01/2026).
Berdasarkan data pemantauan lapangan, Tinggi Muka Air (TMA) mencatatkan penurunan variatif antara 2 sentimeter hingga 7 sentimeter. Penurunan debit air ini menjadi angin segar bagi penanganan bencana di Bumi Tuntung Pandang, seiring dengan tidak adanya laporan mengenai perluasan wilayah terdampak maupun penambahan titik pengungsian baru.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, Aspi, mengungkapkan bahwa faktor cuaca yang mulai bersahabat menjadi kunci utama penyurutan air. Intensitas matahari yang cukup terik dalam beberapa waktu terakhir mempercepat proses pengeringan di lokasi banjir.
“Alhamdulillah, TMA menunjukkan penurunan. Ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang mulai panas,” ujar Aspi saat memberikan keterangan.
Berdasarkan pemantauan hingga Kamis malam, tren penurunan air terlihat konsisten di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur.
Desa Handil Negara (Kecamatan Kurau): Mengalami penurunan paling signifikan sebesar 7 cm, dengan posisi air kini berada di level 74 cm.
Desa Handil Birayang Bawah (Kecamatan Bumi Makmur): Air menyusut 6 cm, menyisakan ketinggian 59 cm dari sebelumnya 65 cm.
Desa Benua Raya (Kecamatan Bati-Bati): Terpantau surut 5 cm, dengan ketinggian air kini berada di angka 61 cm.
Aspi menambahkan, meskipun wilayah tetangga seperti Banjarbaru dan Kabupaten Banjar masih diguyur hujan, kawasan pesisir Tanah Laut justru relatif aman. Curah hujan yang minim di area Kurau dan sekitarnya, ditambah dengan meredanya fenomena pasang air laut (rob), sangat membantu mempercepat aliran air ke muara.
“Terkait cuaca di Tanah Laut belakangan ini, dampaknya tidak terlalu signifikan karena kalaupun ada hujan, durasinya singkat dan tidak deras. Insyaallah jika kondisi ini bertahan, air akan terus surut dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Aspi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan terpantau kondusif dan warga diharapkan tetap waspada namun optimis kondisi akan segera pulih sepenuhnya. (SANAK.ID/ALI)










