Menu

Dark Mode
Terbongkar! Alasan di Balik Drama Begal Pedagang Bakso di Batu Ampar yang Sempat Viral Tanah Laut Dorong Gerakan Penghijauan melalui Program Desa Menanam Satlantas Polres Tanah Laut Hadirkan Replika Polantas untuk Tingkatkan Kesadaran Berkendara Peringati Hari Bumi, Bupati Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan Sinergi Brantas Narkoba: Pemkab Tanah Laut Ganjar Satresnarkoba Penghargaan Atas Ungkap Kasus Besar Perlindungan Pekerja Rentan Ditingkatkan, Pemkab Tanah Laut Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Balangan

Antar Bantuan ke Balangan, Mahasiswa Politala Sentil Pemerintah Soal Dampak Tambang

Avatar photobadge-check


					Ket.Penanggung Jawab Kegiatan, Makmur Batara Bakti saat menyerahkan bantuan ke korban banjir di Kab.Balangan. foto Istimewa Perbesar

Ket.Penanggung Jawab Kegiatan, Makmur Batara Bakti saat menyerahkan bantuan ke korban banjir di Kab.Balangan. foto Istimewa

SANAK.ID, PELAIHARI – Janji kemanusiaan mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) akhirnya ditunaikan dengan turun langsung ke titik terdampak banjir bandang.

Tim relawan menyerahkan donasi serta bantuan logistik kepada masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, pada Sabtu (03/01/2026).

Namun, aksi sosial ini bukan sekadar seremonial. Di balik penyerahan bantuan, terselip sorotan tajam mengenai kondisi lingkungan di Bumi Sanggam yang kian memprihatinkan.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari gerakan solidaritas di jalanan Pelaihari yang berhasil mengumpulkan dana tunai sebesar Rp 1.642.300. Selain uang, mahasiswa juga membawa bantuan fisik berupa pakaian layak pakai, seragam sekolah, hingga alat tulis untuk mendukung anak-anak korban banjir kembali bersekolah.

Penanggung Jawab kegiatan, Makmur Batara Bakti, mengungkapkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan kerusakan yang sangat masif. Ia menyaksikan bagaimana fondasi ekonomi warga hancur seketika diterjang air bah.

“Alhamdulillah, kami telah menyerahkan donasi secara langsung kepada masyarakat Kec. Tebing Tinggi. Situasi di lokasi saat ini sangat sulit, sektor pertanian lumpuh akibat gagal panen, dan banyak ternak warga yang hilang atau mati,” ujar Makmur dengan nada prihatin.

Ia menambahkan bahwa duka warga semakin dalam karena kehilangan tempat tinggal.

“Kerusakan bangunan serta rumah warga yang ambruk semakin menambah duka di sana,” jelasnya.

Gerakan Politala Peduli ini juga membawa pesan kritis bagi pemangku kebijakan. Mahasiswa menilai bencana ini tidak lepas dari campur tangan manusia terhadap alam, terutama di sektor industri ekstraktif dan pembukaan lahan.

“Kami mengetuk pintu hati pemerintah untuk lebih memperhatikan dampak pertambangan dan deforestasi di Kab. Balangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” tegas Makmur menyampaikan kegelisahan para mahasiswa.

Pernyataan tersebut menjadi penutup aksi mereka, dengan harapan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga berani membenahi akar masalah lingkungan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban di masa depan. (SANAK.ID/GAZALI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Resmi Ditutup, Dapur Umum Pemkab Tala Sukses Penuhi Kebutuhan Korban Banjir

15 January 2026 - 17:49 WITA

Perkuat Transparansi Anggaran 2026, Polres Tanah Laut Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan Sosialisasi DIPA

14 January 2026 - 11:30 WITA

Kejaksaan Tanah Laut Gandeng BPKP Kalsel, Lakukan Audit Investigatif Terkait Proyek Film Promosi Senilai Rp5 Miliar

13 January 2026 - 16:38 WITA

Laka Maut Libatkan Tiga Truk di Batu Ampar Tanah Laut, Dua Orang Tewas

13 January 2026 - 11:31 WITA

Tinjau Fenomena ‘Sinkhole’ Situjuah, Wagub Vasko Ingatkan Bahaya Bakteri dan Tepis Isu Mistis

12 January 2026 - 10:35 WITA

Trending on Berita