Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Balangan

Antar Bantuan ke Balangan, Mahasiswa Politala Sentil Pemerintah Soal Dampak Tambang

Avatar photobadge-check


					Ket.Penanggung Jawab Kegiatan, Makmur Batara Bakti saat menyerahkan bantuan ke korban banjir di Kab.Balangan. foto Istimewa Perbesar

Ket.Penanggung Jawab Kegiatan, Makmur Batara Bakti saat menyerahkan bantuan ke korban banjir di Kab.Balangan. foto Istimewa

SANAK.ID, PELAIHARI – Janji kemanusiaan mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) akhirnya ditunaikan dengan turun langsung ke titik terdampak banjir bandang.

Tim relawan menyerahkan donasi serta bantuan logistik kepada masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, pada Sabtu (03/01/2026).

Namun, aksi sosial ini bukan sekadar seremonial. Di balik penyerahan bantuan, terselip sorotan tajam mengenai kondisi lingkungan di Bumi Sanggam yang kian memprihatinkan.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari gerakan solidaritas di jalanan Pelaihari yang berhasil mengumpulkan dana tunai sebesar Rp 1.642.300. Selain uang, mahasiswa juga membawa bantuan fisik berupa pakaian layak pakai, seragam sekolah, hingga alat tulis untuk mendukung anak-anak korban banjir kembali bersekolah.

Penanggung Jawab kegiatan, Makmur Batara Bakti, mengungkapkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan kerusakan yang sangat masif. Ia menyaksikan bagaimana fondasi ekonomi warga hancur seketika diterjang air bah.

“Alhamdulillah, kami telah menyerahkan donasi secara langsung kepada masyarakat Kec. Tebing Tinggi. Situasi di lokasi saat ini sangat sulit, sektor pertanian lumpuh akibat gagal panen, dan banyak ternak warga yang hilang atau mati,” ujar Makmur dengan nada prihatin.

Ia menambahkan bahwa duka warga semakin dalam karena kehilangan tempat tinggal.

“Kerusakan bangunan serta rumah warga yang ambruk semakin menambah duka di sana,” jelasnya.

Gerakan Politala Peduli ini juga membawa pesan kritis bagi pemangku kebijakan. Mahasiswa menilai bencana ini tidak lepas dari campur tangan manusia terhadap alam, terutama di sektor industri ekstraktif dan pembukaan lahan.

“Kami mengetuk pintu hati pemerintah untuk lebih memperhatikan dampak pertambangan dan deforestasi di Kab. Balangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” tegas Makmur menyampaikan kegelisahan para mahasiswa.

Pernyataan tersebut menjadi penutup aksi mereka, dengan harapan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga berani membenahi akar masalah lingkungan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban di masa depan. (SANAK.ID/GAZALI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bobol Gudang Bengkel di Desa Panggung, Pemuda Asal Pabahanan Ditangkap Polsek Pelaihari

25 July 2026 - 09:37 WITA

Pesta Miras Oplosan dan Lem di RTH Kijang Mas, 10 Remaja di Tanah Laut Diamankan Satpol PP

18 June 2026 - 13:37 WITA

Polres Tanah Laut Dukung Penuh Satgas Penertiban Kawasan Hutan

24 May 2026 - 15:23 WITA

Resmi Ditutup, Dapur Umum Pemkab Tala Sukses Penuhi Kebutuhan Korban Banjir

15 January 2026 - 17:49 WITA

Perkuat Transparansi Anggaran 2026, Polres Tanah Laut Gelar Penandatanganan Pakta Integritas dan Sosialisasi DIPA

14 January 2026 - 11:30 WITA

Trending on Berita