Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kalimantan Selatan

Ibu Bupati Tanah Laut Gaungkan Cinta Budaya di Lomba Kebaya Banjar

badge-check


					Ket. Ibu Bupati Tanah Laut didampingi tamu undangan saat kegiatan Lomba Kebaya Banjar pada momentum Hari Kartini. Foto. Ist Perbesar

Ket. Ibu Bupati Tanah Laut didampingi tamu undangan saat kegiatan Lomba Kebaya Banjar pada momentum Hari Kartini. Foto. Ist

SANAK.ID, Pelaihari – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Lomba Kebaya Klasik dan Kebaya Nuansa Banjar sebagai upaya mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini serta memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026. Senin (20/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pelaihari ini diikuti oleh 24 perwakilan Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut, serta melibatkan berbagai organisasi perempuan. Antusiasme peserta terlihat dari ragam tampilan kebaya yang mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya nuansa khas Banjar.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat perempuan dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini, sekaligus mendorong pelestarian budaya daerah dan memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.

Ibu Bupati Tanah Laut dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai jati diri bangsa. Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal dan melestarikan budaya yang dimiliki.

“Salah satu tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengingatkan generasi muda bahwa ini adalah budaya kita sesungguhnya. Inilah adat kita yang harus terus kita jaga. Banyak nilai filosofis yang terkandung di dalam budaya itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa budaya lokal harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar, namun tetap perlu dikembangkan agar relevan dengan zaman.

“Budaya-budaya kita harus tetap terjaga, jangan sampai tergerus oleh budaya luar. Justru kita harus mampu memodifikasi budaya kita agar bisa diterima oleh generasi sekarang,” tambahnya.

Melalui kebaya sebagai salah satu simbol budaya, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap warisan budaya Indonesia, khususnya kebaya Banjar, dapat terus dilestarikan dan dikenal hingga ke tingkat internasional. (SANAK.ID/ARIYANI).

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan