SANAK.ID, Pelaihari – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Lomba Kebaya Klasik dan Kebaya Nuansa Banjar sebagai upaya mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini serta memperkuat peran perempuan dalam pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026. Senin (20/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pelaihari ini diikuti oleh 24 perwakilan Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut, serta melibatkan berbagai organisasi perempuan. Antusiasme peserta terlihat dari ragam tampilan kebaya yang mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya nuansa khas Banjar.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat perempuan dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini, sekaligus mendorong pelestarian budaya daerah dan memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Ibu Bupati Tanah Laut dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai jati diri bangsa. Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal dan melestarikan budaya yang dimiliki.
“Salah satu tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengingatkan generasi muda bahwa ini adalah budaya kita sesungguhnya. Inilah adat kita yang harus terus kita jaga. Banyak nilai filosofis yang terkandung di dalam budaya itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa budaya lokal harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar, namun tetap perlu dikembangkan agar relevan dengan zaman.
“Budaya-budaya kita harus tetap terjaga, jangan sampai tergerus oleh budaya luar. Justru kita harus mampu memodifikasi budaya kita agar bisa diterima oleh generasi sekarang,” tambahnya.
Melalui kebaya sebagai salah satu simbol budaya, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap warisan budaya Indonesia, khususnya kebaya Banjar, dapat terus dilestarikan dan dikenal hingga ke tingkat internasional. (SANAK.ID/ARIYANI).










