Menu

Dark Mode
Bunda PAUD Tanah Laut Tegaskan Adab dan Etika Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anak Usia Dini Momentum Iduladha: Wakil Bupati Tanah Laut Antar Langsung Paket Daging Kurban ke Rumah Lansia Pemkab Tanah Laut Menggelar Sholat Iduladha Berjamaah Sinergi Idul Adha, BADKO HMI Kalsel Terima dan Salurkan Hewan Qurban dari Polda Kalsel Tanpa Jarak dengan Warga, Aksi Membumi Bupati Rahmat Trianto Sembelih Sendiri Sapi Kurban di Pelaihari IGTKI Tanah Laut Rayakan HUT ke-76 dengan Peluncuran Program PAUD

Kalimantan Selatan

Melalui Apel Gabungan, DKPP Tanah Laut Bahas Ketahanan Pangan dan Nelayan

badge-check


					Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist Perbesar

Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist

SANAK.ID, Pelaihari – Isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, M. Kusri, saat memberikan amanat kepada peserta apel. Senin (20/04/2026).

Ia menekankan bahwa konsep ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bahan pangan, melainkan juga mencakup bagaimana pangan tersebut dapat didistribusikan secara merata, mudah diakses oleh masyarakat, terjangkau dari sisi harga, serta aman untuk dikonsumsi.

“Ketahanan pangan memastikan seluruh masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, M. Kusri juga memaparkan perbedaan peran antara instansi yang menangani sektor pangan. Menurutnya, dinas yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura lebih berorientasi pada produksi sebagai sektor hulu, sementara DKPP berperan dalam memastikan hasil tersebut sampai ke masyarakat sebagai bagian dari sektor hilir.

Tak hanya itu, DKPP juga berperan dalam pengelolaan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Pembinaan nelayan hingga penguatan pemasaran hasil perikanan menjadi bagian dari tugas tersebut. Dengan garis pantai Tanah Laut yang mencapai sekitar 175 kilometer, sektor perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi layanan bertajuk SIAP MELAUT (Selesaikan Izin Administrasi Pelayaran, Melaut Legal, Aman untuk Usaha Tangkap) yang telah diluncurkan pada 1 April 2026. Inovasi ini merupakan bentuk integrasi layanan publik lintas sektor guna mempermudah masyarakat, khususnya nelayan.

Melalui program tersebut, berbagai layanan dihimpun dalam satu sistem, mulai dari pengurusan perizinan kapal dan usaha perikanan, keselamatan pelayaran, akses BBM bersubsidi, informasi cuaca, peningkatan kapasitas nelayan, hingga perlindungan sosial.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para nelayan dapat menjalankan aktivitas melaut secara legal, aman, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. (SANAK.ID/ARIYANI).

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bunda PAUD Tanah Laut Tegaskan Adab dan Etika Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anak Usia Dini

4 June 2026 - 09:33 WITA

Pemkab Tanah Laut Menggelar Sholat Iduladha Berjamaah

28 May 2026 - 00:06 WITA

IGTKI Tanah Laut Rayakan HUT ke-76 dengan Peluncuran Program PAUD

26 May 2026 - 22:33 WITA

Menatap UHC 2026: Saat Pemkab Tanah Laut dan BPJS Kesehatan Duduk Bersama, Menghidupkan Kembali Asa Kesehatan Warga

25 May 2026 - 12:33 WITA

Sinergi Penegakan Hukum, Polres Tanah Laut Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru ke PPNS

23 May 2026 - 21:13 WITA

Trending on Kalimantan Selatan