Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kalimantan Selatan

Melalui Apel Gabungan, DKPP Tanah Laut Bahas Ketahanan Pangan dan Nelayan

badge-check


					Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist Perbesar

Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist

SANAK.ID, Pelaihari – Isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, M. Kusri, saat memberikan amanat kepada peserta apel. Senin (20/04/2026).

Ia menekankan bahwa konsep ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bahan pangan, melainkan juga mencakup bagaimana pangan tersebut dapat didistribusikan secara merata, mudah diakses oleh masyarakat, terjangkau dari sisi harga, serta aman untuk dikonsumsi.

“Ketahanan pangan memastikan seluruh masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, M. Kusri juga memaparkan perbedaan peran antara instansi yang menangani sektor pangan. Menurutnya, dinas yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura lebih berorientasi pada produksi sebagai sektor hulu, sementara DKPP berperan dalam memastikan hasil tersebut sampai ke masyarakat sebagai bagian dari sektor hilir.

Tak hanya itu, DKPP juga berperan dalam pengelolaan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Pembinaan nelayan hingga penguatan pemasaran hasil perikanan menjadi bagian dari tugas tersebut. Dengan garis pantai Tanah Laut yang mencapai sekitar 175 kilometer, sektor perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi layanan bertajuk SIAP MELAUT (Selesaikan Izin Administrasi Pelayaran, Melaut Legal, Aman untuk Usaha Tangkap) yang telah diluncurkan pada 1 April 2026. Inovasi ini merupakan bentuk integrasi layanan publik lintas sektor guna mempermudah masyarakat, khususnya nelayan.

Melalui program tersebut, berbagai layanan dihimpun dalam satu sistem, mulai dari pengurusan perizinan kapal dan usaha perikanan, keselamatan pelayaran, akses BBM bersubsidi, informasi cuaca, peningkatan kapasitas nelayan, hingga perlindungan sosial.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para nelayan dapat menjalankan aktivitas melaut secara legal, aman, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. (SANAK.ID/ARIYANI).

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan