SANAK.ID,BUMI MAKMUR – Suasana duka mendalam menyelimuti Bumi Tuntung Pandang menyusul berpulangnya ulama kharismatik KH. Sulaiman bin H. Sabra atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Rasul. Sosok yang menjadi panutan luas masyarakat tersebut dilepas dalam suasana penuh haru pada Kamis (16/04/2026).
Prosesi pemakaman yang dipusatkan di kediaman almarhum, Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi Makmur, dipadati oleh ratusan pelayat yang datang dari berbagai penjuru daerah sejak siang hari. Kehadiran massa yang melimpah menjadi bukti nyata besarnya kecintaan dan rasa hormat masyarakat terhadap ulama yang dikenal sangat dekat dengan warga tersebut.
Rangkaian prosesi berlangsung dengan sangat khidmat, terutama saat ribuan jemaah melaksanakan sholat kifayah secara berjamaah usai waktu Dzuhur. Doa-doa terus terlantun tanpa putus mengiringi jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, hadir secara langsung di tengah jemaah untuk mengikuti seluruh rangkaian pemakaman. Kehadiran orang nomor satu di Tanah Laut ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas peran besar Guru Rasul dalam membina nilai-nilai keagamaan serta memperkuat kehidupan religius di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut berbaur dengan masyarakat untuk menyalatkan hingga mengantarkan jenazah ke liang lahat. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada tokoh yang dianggap telah berjasa besar bagi daerah.
Bupati menyampaikan bahwa sosok Guru Rasul merupakan figur yang sangat ia kenal. Kepergian almarhum dipandang sebagai kehilangan besar bagi seluruh masyarakat Tanah Laut karena kontribusinya yang luar biasa dalam membina umat dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Almarhum selama ini dikenal sebagai rujukan yang menyejukkan dalam kehidupan beragama. Pemerintah daerah berharap agar dedikasi serta semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh Guru Rasul dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus sebagai warisan berharga bagi kerukunan di Bumi Tuntung Pandang.










