Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Berita

Bukan Hanyut, Kades Martadah Baru Luruskan Kronologi Tewasnya Warga di Jembatan Putus

Avatar photobadge-check


					Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa Perbesar

Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa

SANAK.ID,PELAIHARI – Kepala Desa (Kades) Martadah Baru, Slamet Prayitno, meluruskan simpang siur informasi terkait tewasnya seorang warga di jembatan box culvert yang terputus di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

 

Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi tersebut menewaskan Sudarto (70), warga lingkungan RT 4 Dusun 1 desa setempat.

 

Dalam keterangannya, Slamet menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukan karena terseret arus sungai, melainkan akibat terperosok saat melintasi jembatan yang kondisinya sedang mengalami longsor namun belum putus total.

 

“Jadi yang beredar di medsos bahwa warga Martadah Baru meninggal terbawa arus itu tidak benar. Yang benar adalah beliau terperosok ke jembatan pada saat jembatan itu belum 100 persen putus,” ujar Slamet melalui rekaman klarifikasinya.

 

Insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox hitam hendak menuju Kota Banjarbaru untuk menjemput anak bungsunya.

 

Slamet menjelaskan, perkiraan waktu kejadian didasarkan pada kesaksian seorang warga yang hendak melintas dari arah RT 8 pada jam tersebut. Saksi melihat jembatan di perbatasan RT 9 Dusun 3 dan RT 8 Dusun 2 itu sudah runtuh, meski belum putus sepenuhnya. Saksi tersebut melihat ada sorot lampu kendaraan yang mengarah ke atas, namun karena takut, ia memutuskan balik kanan tanpa memeriksa lebih lanjut.

 

“Warga kami itu melihat lampu kendaraan yang menyorot ke atas. Tapi dia tak sampai mengecek lampu itu, langsung balik kanan,” papar Slamet.

 

Barulah sekitar pukul 06.00 Wita, warga lain yang hendak melintas menemukan korban dan sepeda motornya sudah tergeletak di dasar jembatan yang longsor.

 

Warga segera melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dan sepeda motornya ke halaman rumah warga di RT 9. Tragisnya, hanya berselang sekitar 10 menit setelah korban dan kendaraannya diangkat, jembatan tersebut putus total.

 

Kondisi ini memperkuat pernyataan Kades bahwa korban tidak hanyut, melainkan terjatuh ke bagian jembatan yang ambruk sebelum struktur tersebut benar-benar runtuh. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar

16 September 2026 - 15:41 WITA

Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar

15 September 2026 - 12:36 WITA

Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

11 September 2026 - 16:03 WITA

Rangkaian Persiapan Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berlangsung Kondusif

10 September 2026 - 23:23 WITA

KBM Politala Bergerak Peduli Karhutla, Salurkan Ribuan Masker dan Bantuan Kesehatan ke Puskesmas

8 September 2026 - 10:15 WITA

Trending on Kalimantan Selatan