Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Berita

Bukan Hanyut, Kades Martadah Baru Luruskan Kronologi Tewasnya Warga di Jembatan Putus

Avatar photobadge-check


					Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa Perbesar

Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa

SANAK.ID,PELAIHARI – Kepala Desa (Kades) Martadah Baru, Slamet Prayitno, meluruskan simpang siur informasi terkait tewasnya seorang warga di jembatan box culvert yang terputus di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

 

Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi tersebut menewaskan Sudarto (70), warga lingkungan RT 4 Dusun 1 desa setempat.

 

Dalam keterangannya, Slamet menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukan karena terseret arus sungai, melainkan akibat terperosok saat melintasi jembatan yang kondisinya sedang mengalami longsor namun belum putus total.

 

“Jadi yang beredar di medsos bahwa warga Martadah Baru meninggal terbawa arus itu tidak benar. Yang benar adalah beliau terperosok ke jembatan pada saat jembatan itu belum 100 persen putus,” ujar Slamet melalui rekaman klarifikasinya.

 

Insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox hitam hendak menuju Kota Banjarbaru untuk menjemput anak bungsunya.

 

Slamet menjelaskan, perkiraan waktu kejadian didasarkan pada kesaksian seorang warga yang hendak melintas dari arah RT 8 pada jam tersebut. Saksi melihat jembatan di perbatasan RT 9 Dusun 3 dan RT 8 Dusun 2 itu sudah runtuh, meski belum putus sepenuhnya. Saksi tersebut melihat ada sorot lampu kendaraan yang mengarah ke atas, namun karena takut, ia memutuskan balik kanan tanpa memeriksa lebih lanjut.

 

“Warga kami itu melihat lampu kendaraan yang menyorot ke atas. Tapi dia tak sampai mengecek lampu itu, langsung balik kanan,” papar Slamet.

 

Barulah sekitar pukul 06.00 Wita, warga lain yang hendak melintas menemukan korban dan sepeda motornya sudah tergeletak di dasar jembatan yang longsor.

 

Warga segera melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dan sepeda motornya ke halaman rumah warga di RT 9. Tragisnya, hanya berselang sekitar 10 menit setelah korban dan kendaraannya diangkat, jembatan tersebut putus total.

 

Kondisi ini memperkuat pernyataan Kades bahwa korban tidak hanyut, melainkan terjatuh ke bagian jembatan yang ambruk sebelum struktur tersebut benar-benar runtuh. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Diduga Lupa Matikan Kompor Saat Rebus Sirup, Dua Rumah di Desa Panggung Ludes Terbakar

20 October 2026 - 14:40 WITA

Trending on Peristiwa