SANAK.ID,PELAIHARI – Kepala Desa (Kades) Martadah Baru, Slamet Prayitno, meluruskan simpang siur informasi terkait tewasnya seorang warga di jembatan box culvert yang terputus di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi tersebut menewaskan Sudarto (70), warga lingkungan RT 4 Dusun 1 desa setempat.
Dalam keterangannya, Slamet menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukan karena terseret arus sungai, melainkan akibat terperosok saat melintasi jembatan yang kondisinya sedang mengalami longsor namun belum putus total.
“Jadi yang beredar di medsos bahwa warga Martadah Baru meninggal terbawa arus itu tidak benar. Yang benar adalah beliau terperosok ke jembatan pada saat jembatan itu belum 100 persen putus,” ujar Slamet melalui rekaman klarifikasinya.
Insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox hitam hendak menuju Kota Banjarbaru untuk menjemput anak bungsunya.
Slamet menjelaskan, perkiraan waktu kejadian didasarkan pada kesaksian seorang warga yang hendak melintas dari arah RT 8 pada jam tersebut. Saksi melihat jembatan di perbatasan RT 9 Dusun 3 dan RT 8 Dusun 2 itu sudah runtuh, meski belum putus sepenuhnya. Saksi tersebut melihat ada sorot lampu kendaraan yang mengarah ke atas, namun karena takut, ia memutuskan balik kanan tanpa memeriksa lebih lanjut.
“Warga kami itu melihat lampu kendaraan yang menyorot ke atas. Tapi dia tak sampai mengecek lampu itu, langsung balik kanan,” papar Slamet.
Barulah sekitar pukul 06.00 Wita, warga lain yang hendak melintas menemukan korban dan sepeda motornya sudah tergeletak di dasar jembatan yang longsor.
Warga segera melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dan sepeda motornya ke halaman rumah warga di RT 9. Tragisnya, hanya berselang sekitar 10 menit setelah korban dan kendaraannya diangkat, jembatan tersebut putus total.
Kondisi ini memperkuat pernyataan Kades bahwa korban tidak hanyut, melainkan terjatuh ke bagian jembatan yang ambruk sebelum struktur tersebut benar-benar runtuh. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.










