Menu

Dark Mode
Bunda PAUD Tanah Laut Tegaskan Adab dan Etika Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anak Usia Dini Momentum Iduladha: Wakil Bupati Tanah Laut Antar Langsung Paket Daging Kurban ke Rumah Lansia Pemkab Tanah Laut Menggelar Sholat Iduladha Berjamaah Sinergi Idul Adha, BADKO HMI Kalsel Terima dan Salurkan Hewan Qurban dari Polda Kalsel Tanpa Jarak dengan Warga, Aksi Membumi Bupati Rahmat Trianto Sembelih Sendiri Sapi Kurban di Pelaihari IGTKI Tanah Laut Rayakan HUT ke-76 dengan Peluncuran Program PAUD

Berita

Bukan Hanyut, Kades Martadah Baru Luruskan Kronologi Tewasnya Warga di Jembatan Putus

Avatar photobadge-check


					Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa Perbesar

Ket. Kades Martadah Baru Klarifikasi Korban tewas karena terperosok di jembatan yang longsor, bukan terbawa arus sungai. Foto.istimewa

SANAK.ID,PELAIHARI – Kepala Desa (Kades) Martadah Baru, Slamet Prayitno, meluruskan simpang siur informasi terkait tewasnya seorang warga di jembatan box culvert yang terputus di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.

 

Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (27/12/2025) pagi tersebut menewaskan Sudarto (70), warga lingkungan RT 4 Dusun 1 desa setempat.

 

Dalam keterangannya, Slamet menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukan karena terseret arus sungai, melainkan akibat terperosok saat melintasi jembatan yang kondisinya sedang mengalami longsor namun belum putus total.

 

“Jadi yang beredar di medsos bahwa warga Martadah Baru meninggal terbawa arus itu tidak benar. Yang benar adalah beliau terperosok ke jembatan pada saat jembatan itu belum 100 persen putus,” ujar Slamet melalui rekaman klarifikasinya.

 

Insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox hitam hendak menuju Kota Banjarbaru untuk menjemput anak bungsunya.

 

Slamet menjelaskan, perkiraan waktu kejadian didasarkan pada kesaksian seorang warga yang hendak melintas dari arah RT 8 pada jam tersebut. Saksi melihat jembatan di perbatasan RT 9 Dusun 3 dan RT 8 Dusun 2 itu sudah runtuh, meski belum putus sepenuhnya. Saksi tersebut melihat ada sorot lampu kendaraan yang mengarah ke atas, namun karena takut, ia memutuskan balik kanan tanpa memeriksa lebih lanjut.

 

“Warga kami itu melihat lampu kendaraan yang menyorot ke atas. Tapi dia tak sampai mengecek lampu itu, langsung balik kanan,” papar Slamet.

 

Barulah sekitar pukul 06.00 Wita, warga lain yang hendak melintas menemukan korban dan sepeda motornya sudah tergeletak di dasar jembatan yang longsor.

 

Warga segera melakukan evakuasi terhadap tubuh korban dan sepeda motornya ke halaman rumah warga di RT 9. Tragisnya, hanya berselang sekitar 10 menit setelah korban dan kendaraannya diangkat, jembatan tersebut putus total.

 

Kondisi ini memperkuat pernyataan Kades bahwa korban tidak hanyut, melainkan terjatuh ke bagian jembatan yang ambruk sebelum struktur tersebut benar-benar runtuh. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bunda PAUD Tanah Laut Tegaskan Adab dan Etika Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anak Usia Dini

4 June 2026 - 09:33 WITA

Pemkab Tanah Laut Menggelar Sholat Iduladha Berjamaah

28 May 2026 - 00:06 WITA

IGTKI Tanah Laut Rayakan HUT ke-76 dengan Peluncuran Program PAUD

26 May 2026 - 22:33 WITA

Menatap UHC 2026: Saat Pemkab Tanah Laut dan BPJS Kesehatan Duduk Bersama, Menghidupkan Kembali Asa Kesehatan Warga

25 May 2026 - 12:33 WITA

Polres Tanah Laut Dukung Penuh Satgas Penertiban Kawasan Hutan

24 May 2026 - 15:23 WITA

Trending on Berita