SANAK.ID ,KOTABARU – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotabaru menyusutkan cadangan air baku di sejumlah embung utama hingga ke level sangat kritis. Menyikapi ancaman krisis air bersih ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat terpaksa memberlakukan sistem penggiliran distribusi secara ketat bagi seluruh pelanggan hingga akhir tahun. Rabu (30/09/2026).
Berdasarkan data terkini, penurunan debit air terjadi secara drastis. Embung Tirawan kini hanya tersisa di level 225 sentimeter (cm) dari kondisi normal 700 cm. Situasi lebih memprihatinkan terpantau di Embung Gunung Ulin yang anjlok hingga menyentuh angka 95 cm dari batas ideal yang sama.
“Saat ini Dam Sebrimbingan menjadi penyuplai utama. Alirannya kita alirkan secara berantai dari Dam Sebrimbingan ke IPA Gunung Sari, lalu ke Gunung Ulin, hingga ke IPA Gunung Reli. Ini kita lakukan untuk menjaga agar suplai tetap ada,” ujar Surianyah selaku Humas PDAM Kotabaru.

Guna memperpanjang napas ketersediaan air hingga datangnya musim penghujan yang diprediksi BMKG baru terjadi pada November-Desember, PDAM juga telah mengoptimalkan sumber air baku baru yang ditemukan di belakang Kantor ATR/BPN. Temuan ini diharapkan mampu menyokong cadangan air di waduk-waduk terkait.
Selain penambahan sumber baru, strategi utama yang digencarkan adalah merombak jadwal distribusi. Sistem penggiliran di berbagai wilayah, seperti kawasan Hasan Basri dan Gunung Sari, kini diberlakukan secara dinamis dengan jadwal yang berubah-ubah setiap harinya.
“Langkah penggiliran ini kami lakukan agar air tidak cepat habis. Tujuannya juga untuk menghindari pengambilan air yang terlalu dalam, karena jika terlalu dalam berisiko membawa lumpur dan menyebabkan air berbau,” jelasnya.

Suriansyah menaruh harapan besar agar kombinasi penambahan sumber air baru dan pengetatan sistem penggiliran ini mampu mengamankan ketersediaan air baku warga setidaknya hingga November atau Desember mendatang.
Pihaknya juga meminta pengertian dari seluruh pelanggan di Kotabaru agar bersikap bijak dan mulai menghemat penggunaan air. Warga diimbau mengurangi pemakaian untuk kebutuhan non-prioritas, seperti menyiram halaman atau mencuci kendaraan, serta tidak melakukan protes berlebihan kepada petugas yang sedang berjaga di lapangan.
Bagi masyarakat yang wilayahnya belum tersentuh giliran distribusi, PDAM mempersilakan warga untuk melapor ke kantor terdekat atau melalui hotline pengaduan resmi guna mendapatkan layanan dropping (bantuan suplai) air bersih. (SANAK.ID/RYAN WARDANI)










