SANAK.ID,Pelaihari – Warga Jalan Wisata Air Terjun, Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut mendadak gempar pada Senin (9/3/2026). Seorang pemuda berinisial AR (23) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dan tubuh sudah kaku di dalam rumahnya sekitar pukul 14.00 Wita.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan sang adik yang mendapati rumah dalam posisi terkunci rapat. Setelah berhasil masuk menggunakan kunci cadangan yang disimpan di atas pintu, saksi justru menemukan kakaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari, IPTU H. Benny W. Wardhany, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya segera menerjunkan tim bersama Tim Inafis Polres Tanah Laut untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Jadi, memang benar dari tirkait itu ada menerima laporan ada warga yang gantung diri itu di RT 3 di Jalan Wisata Air Terjun Bajuin, Desa Bajuin. Jadi korban berinisial AR,” ujar Iptu Benny saat memberikan keterangan di Mapolsek Pelaihari.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan olah TKP awal, pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban. Indikasi kuat mengarah pada tindakan bunuh diri.
“Dari pemeriksaan pengecekan terhadap tubuh dari birokrasi, memang ini mengindikasikan emang penelitian (bunuh diri) ya. Sementara indikasinya bunuh diri, jadi tidak ada ditemukan tuh, tidak ada mungkin ada bekas-bekas lebam, atau seperti apa tidak ada. Jadi, sementara itu teridentifikasi,” jelas Iptu Benny.
Motif Sampai saat Masih Didalami,Mengenai penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya, polisi masih melakukan pendalaman. Meski beredar informasi di lapangan mengenai adanya perselisihan terkait masalah ekonomi, polisi belum memberikan pernyataan resmi karena minimnya keterangan saksi saat kejadian berlangsung.
“Terkait penyebabnya, sementara kita belum ada karena antara waktunya kan di dekat nih, masih jadi, sementara di TKP itu belum dapat kita menggali keterangan dari saksi,” tambah Kapolsek.
Pihak keluarga AR menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka secara resmi menolak prosedur autopsi lebih lanjut untuk jenazah korban.
“Setelah kita lakukan olah TKP di sana, dari pihak keluarga itu menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima bahwa ini adalah suatu musibah. Jadi, sementara seperti itu,” pungkas Iptu Benny.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani prosesi pemakaman secara keagamaan di Desa Bajuin.(SANAK.ID/SYAIFUL)








