Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kota Baru

Bapperida Kotabaru Gelar Sosialisasi dan Uji Publik Roadmap Geopark

Avatar photobadge-check


					Sekda Kotabaru H. Eka Saprudin membuka sosialisasi potensi Geopark dan uji publik Roadmap Geopark Kotabaru di Aula Bamega. (SANAK.ID/Dok.Ist) Perbesar

Sekda Kotabaru H. Eka Saprudin membuka sosialisasi potensi Geopark dan uji publik Roadmap Geopark Kotabaru di Aula Bamega. (SANAK.ID/Dok.Ist)

SANAK.ID ,KOTABARU– Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar Sosialisasi Potensi Geopark dan Uji Publik Roadmap Geopark Kabupaten Kotabaru. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bamega Kantor Bupati Kotabaru, Sebelimbingan, pada Senin (21/09/2026).

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, AP., M.AP, serta dihadiri oleh jajaran Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus Bupati, Kepala Bapperida, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga para Camat di lingkungan Pemkab Kotabaru.

Dalam sambutannya, Sekda Kotabaru H. Eka Saprudin menyampaikan bahwa Kabupaten Kotabaru tidak hanya menyimpan potensi wisata yang luar biasa, tetapi juga memiliki potensi Geopark yang merupakan bagian dari Geopark Meratus di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Potensi Geopark yang ada di Kabupaten Kotabaru ini sangat luar biasa dan membentang dari ujung ke ujung. Ini mempunyai nilai yang luar biasa, di mana kita bisa memanfaatkan dari segi spasial, pendidikan, maupun ekonomi berkelanjutan,” ucap Sekda.

Ia menambahkan, pariwisata Kotabaru yang selama ini identik dengan pantai kini mendapatkan dorongan potensi baru melalui kehadiran Geopark, yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Dari sudut pandang pendidikan, Geopark Kotabaru dinilai memiliki nilai sejarah geologi yang tinggi sehingga berpotensi menjadi pusat studi dan penelitian bagi akademisi dalam maupun luar negeri, sekaligus berpeluang meningkatkan devisa daerah.

Di samping itu, aspek konservasi menjadi perhatian utama Pemkab Kotabaru agar kawasan berharga tersebut tetap terjaga dan selaras dengan penataan ruang.

“Karena memiliki nilai sejarah, otomatis harus kita jaga dari segi konservasinya, sehingga bisa menjadi salah satu warisan budaya maupun warisan geologi yang ada di Kabupaten Kotabaru,” tegasnya.

Mengenai agenda uji publik, Sekda berharap kegiatan ini menjadi wadah partisipasi dan transparansi untuk menyempurnakan dokumen roadmap melalui masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi pedoman dalam pengembangan kawasan, penataan geosite, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Tiga Pilar Utama Geopark Kotabaru

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapperida Kotabaru, Erwin Simanjuntak, SKM., MAP, memaparkan tiga pilar utama keberagaman yang dimiliki Geopark Kotabaru:

  1. Geodiversity (Keanekaragaman Geologi) Meliputi Air Terjun Tumpang Dua, bukit karst batu kapur Magalau, dan bentang alam pasir putih.
  2. Biodiversity (Keanekaragaman Hayati) Meliputi habitat bekantan, ekosistem mangrove, serta terumbu karang.
  3. Cultural Diversity (Keanekaragaman Budaya) Meliputi Festival Budaya Saijaan, Mappanretasi Ade Ogi Bugis Teluk Tamiang, dan kebudayaan Suku Bajau.

 

“Alam dan budaya sebagai dasar konservasi, edukasi, dan geowisata,” paparnya.

Hadir pula sebagai narasumber, Dewan Pakar Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Ir. Nurul Fajar Desira, CES. Ia menjelaskan bahwa pengembangan Geopark bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Meratus terbentuk dari peristiwa geologi sejak 200 juta tahun lalu dan telah resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2025.

Melalui sosialisasi dan uji publik ini, Roadmap Geopark Kotabaru diharapkan dapat menjadi panduan bersama dalam mewujudkan Kabupaten Kotabaru sebagai destinasi geowisata unggulan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyamasyarakat. (SANAK.ID/RYAN WARDANI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam

29 October 2026 - 13:27 WITA

Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru

27 October 2026 - 09:29 WITA

Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

21 October 2026 - 20:11 WITA

Pemkab Kotabaru Perkuat Sektor Jasa Konstruksi, Sosialisasi Permen PUPR No 1/2023

16 October 2026 - 09:03 WITA

LPTQ Kotabaru Gelar Diklat Dewan Hakim MTQ, Pemkab Beri Apresiasi

12 October 2026 - 08:55 WITA

Trending on Kota Baru