Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Headline

GEKRAFS Tala Catat Rekor: 2.000 Penonton Lebih Hadiri Pemutaran Film ‘Kuyank’

Avatar photobadge-check


					Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful Perbesar

Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful

SANAK.ID,PELAIHARI– Gelombang antusiasme masyarakat Tanah Laut terhadap industri film lokal mencapai puncaknya pada Minggu malam, (12/04/2026). Penutupan rangkaian pemutaran film “Kuyank” karya sutradara ternama Johansyah Jumberan di Balairung Tuntung Pandang sukses menyita perhatian ribuan pasang mata.

Ketua DPC GEKRAFS Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengungkapkan bahwa film yang merupakan bagian dari semesta Saranjana: The Prequel ini berhasil mencatatkan angka kunjungan yang sangat signifikan selama tiga hari penayangan.

Berdasarkan data sementara hingga malam terakhir, jumlah penonton telah menembus angka lebih dari 2.000 orang. Tingginya minat warga Pelaihari untuk menyaksikan karya Johansyah Jumberan ini membuktikan bahwa film lokal memiliki daya saing yang kuat.

“Perkiraan 2.000 lebih jumlah penonton yang masuk di Balairung Tuntung Pandang. Kami masih merekapitulasi angka pastinya, namun suasananya sangat luar biasa,” ujar Aditya.

Kesuksesan ini tidak hanya menjadi prestasi seni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Aditya menegaskan bahwa seluruh hasil ticketing telah dikoordinasikan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanah Laut untuk pemenuhan kewajiban pajak hiburan.

“Kami dari GEKRAFS berkomitmen untuk taat pajak. Kehadiran film Kuyank ini menjadi kontribusi nyata kami terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Laut,” tegasnya.

Acara penutupan ini juga dihadiri oleh pemeran utama, Bunda Rina (pemeran Acil Imas), yang turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Aditya berharap momentum ini menjadi titik balik bagi subsektor film di Tanah Laut untuk naik kelas ke level nasional maupun internasional.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Bupati Tanah Laut dan seluruh jajaran SKPD yang telah menyediakan fasilitas bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth). Dengan kesuksesan film Kuyank dan dukungan terhadap karya Johansyah Jumberan, kita optimis industri kreatif kita akan semakin menggeliat,”pungkas Aditya. (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Polres Tanah Laut Masuk Top 5 Kompolnas Awards 2026 Kategori Kelompok A

18 September 2026 - 13:20 WITA

Komitmen Pembangunan Infrastruktur: Bupati Tanah Laut Realisasikan Jalan Poros, Internet, hingga Bidan Desa di Salaman

8 September 2026 - 12:37 WITA

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Pemkab Tala Gelar Komitmen Bersama Program Inkubasi IKM

31 August 2026 - 18:05 WITA

Indocement Gelar Media Gathering Ke-2 Tahun 2026: Fokus Pada Capacity Building dan Pemberdayaan Komunitas

26 August 2026 - 04:15 WITA

Trending on Headline