Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Headline

GEKRAFS Tala Catat Rekor: 2.000 Penonton Lebih Hadiri Pemutaran Film ‘Kuyank’

Avatar photobadge-check


					Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful Perbesar

Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful

SANAK.ID,PELAIHARI– Gelombang antusiasme masyarakat Tanah Laut terhadap industri film lokal mencapai puncaknya pada Minggu malam, (12/04/2026). Penutupan rangkaian pemutaran film “Kuyank” karya sutradara ternama Johansyah Jumberan di Balairung Tuntung Pandang sukses menyita perhatian ribuan pasang mata.

Ketua DPC GEKRAFS Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengungkapkan bahwa film yang merupakan bagian dari semesta Saranjana: The Prequel ini berhasil mencatatkan angka kunjungan yang sangat signifikan selama tiga hari penayangan.

Berdasarkan data sementara hingga malam terakhir, jumlah penonton telah menembus angka lebih dari 2.000 orang. Tingginya minat warga Pelaihari untuk menyaksikan karya Johansyah Jumberan ini membuktikan bahwa film lokal memiliki daya saing yang kuat.

“Perkiraan 2.000 lebih jumlah penonton yang masuk di Balairung Tuntung Pandang. Kami masih merekapitulasi angka pastinya, namun suasananya sangat luar biasa,” ujar Aditya.

Kesuksesan ini tidak hanya menjadi prestasi seni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Aditya menegaskan bahwa seluruh hasil ticketing telah dikoordinasikan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanah Laut untuk pemenuhan kewajiban pajak hiburan.

“Kami dari GEKRAFS berkomitmen untuk taat pajak. Kehadiran film Kuyank ini menjadi kontribusi nyata kami terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Laut,” tegasnya.

Acara penutupan ini juga dihadiri oleh pemeran utama, Bunda Rina (pemeran Acil Imas), yang turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Aditya berharap momentum ini menjadi titik balik bagi subsektor film di Tanah Laut untuk naik kelas ke level nasional maupun internasional.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Bupati Tanah Laut dan seluruh jajaran SKPD yang telah menyediakan fasilitas bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth). Dengan kesuksesan film Kuyank dan dukungan terhadap karya Johansyah Jumberan, kita optimis industri kreatif kita akan semakin menggeliat,”pungkas Aditya. (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komitmen Pembangunan Infrastruktur: Bupati Tanah Laut Realisasikan Jalan Poros, Internet, hingga Bidan Desa di Salaman

8 September 2026 - 12:37 WITA

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Pemkab Tala Gelar Komitmen Bersama Program Inkubasi IKM

31 August 2026 - 18:05 WITA

Indocement Gelar Media Gathering Ke-2 Tahun 2026: Fokus Pada Capacity Building dan Pemberdayaan Komunitas

26 August 2026 - 04:15 WITA

Angkat Tradisi Bali di Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar Raih Stand Terbaik Pekan Raya Tala 2026

23 August 2026 - 09:33 WITA

Tembus Top 5 Kompolnas Awards 2026, Polres Tanah Laut Terima Verifikasi Lapangan Tim Kompolnas RI

18 August 2026 - 20:44 WITA

Trending on Headline