Menu

Dark Mode
Bunda PAUD Tanah Laut Tegaskan Adab dan Etika Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anak Usia Dini Momentum Iduladha: Wakil Bupati Tanah Laut Antar Langsung Paket Daging Kurban ke Rumah Lansia Pemkab Tanah Laut Menggelar Sholat Iduladha Berjamaah Sinergi Idul Adha, BADKO HMI Kalsel Terima dan Salurkan Hewan Qurban dari Polda Kalsel Tanpa Jarak dengan Warga, Aksi Membumi Bupati Rahmat Trianto Sembelih Sendiri Sapi Kurban di Pelaihari IGTKI Tanah Laut Rayakan HUT ke-76 dengan Peluncuran Program PAUD

Headline

GEKRAFS Tala Catat Rekor: 2.000 Penonton Lebih Hadiri Pemutaran Film ‘Kuyank’

Avatar photobadge-check


					Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful Perbesar

Ket. Dokumentasi setelah selesai acara penonton film Kuyank di Balairung Tuntung Pandang Pelaihari. Foto.Syaiful

SANAK.ID,PELAIHARI– Gelombang antusiasme masyarakat Tanah Laut terhadap industri film lokal mencapai puncaknya pada Minggu malam, (12/04/2026). Penutupan rangkaian pemutaran film “Kuyank” karya sutradara ternama Johansyah Jumberan di Balairung Tuntung Pandang sukses menyita perhatian ribuan pasang mata.

Ketua DPC GEKRAFS Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengungkapkan bahwa film yang merupakan bagian dari semesta Saranjana: The Prequel ini berhasil mencatatkan angka kunjungan yang sangat signifikan selama tiga hari penayangan.

Berdasarkan data sementara hingga malam terakhir, jumlah penonton telah menembus angka lebih dari 2.000 orang. Tingginya minat warga Pelaihari untuk menyaksikan karya Johansyah Jumberan ini membuktikan bahwa film lokal memiliki daya saing yang kuat.

“Perkiraan 2.000 lebih jumlah penonton yang masuk di Balairung Tuntung Pandang. Kami masih merekapitulasi angka pastinya, namun suasananya sangat luar biasa,” ujar Aditya.

Kesuksesan ini tidak hanya menjadi prestasi seni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah. Aditya menegaskan bahwa seluruh hasil ticketing telah dikoordinasikan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanah Laut untuk pemenuhan kewajiban pajak hiburan.

“Kami dari GEKRAFS berkomitmen untuk taat pajak. Kehadiran film Kuyank ini menjadi kontribusi nyata kami terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Laut,” tegasnya.

Acara penutupan ini juga dihadiri oleh pemeran utama, Bunda Rina (pemeran Acil Imas), yang turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Aditya berharap momentum ini menjadi titik balik bagi subsektor film di Tanah Laut untuk naik kelas ke level nasional maupun internasional.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Bupati Tanah Laut dan seluruh jajaran SKPD yang telah menyediakan fasilitas bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth). Dengan kesuksesan film Kuyank dan dukungan terhadap karya Johansyah Jumberan, kita optimis industri kreatif kita akan semakin menggeliat,”pungkas Aditya. (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Momentum Iduladha: Wakil Bupati Tanah Laut Antar Langsung Paket Daging Kurban ke Rumah Lansia

28 May 2026 - 18:28 WITA

Tanpa Jarak dengan Warga, Aksi Membumi Bupati Rahmat Trianto Sembelih Sendiri Sapi Kurban di Pelaihari

27 May 2026 - 12:58 WITA

Sinergi Pemkab Tala dan Polda Kalsel: Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Tabanio Resmi Dimulai

26 May 2026 - 14:57 WITA

Lanud Sjamsudin Noor Resmikan SPPG di Kurau, Kades Sebut Serap Tenaga Kerja Lokal

25 May 2026 - 17:39 WITA

BLK Pelaihari Gelar Pelatihan Tahap II, Wabup Tala: Upaya Nyata Kurangi Pengangguran

25 May 2026 - 12:22 WITA

Trending on Headline