Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kalimantan Selatan

Bisa Berputar! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Resmi Jadi Ikon Baru Tanah Laut

Avatar photobadge-check


					Memukau - Tugu 0 Kilometer Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut yang megah dan bisa berputar di malam hari. (SANAK.ID/Dok.Ist) Perbesar

Memukau - Tugu 0 Kilometer Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut yang megah dan bisa berputar di malam hari. (SANAK.ID/Dok.Ist)

SANAK.ID ,PELAIHARI — Wajah pusat kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, kini tampil lebih megah dan modern. Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, secara resmi meresmikan Tugu 0 Kilometer di persimpangan bersejarah kawasan Pasar Lawas pada Jumat (2/10/2026).

Bangunan setinggi 7 meter ini tidak sekadar menjadi penanda titik nol geografis dan pengatur arus lalu lintas menuju objek wisata pantai, tetapi juga dirancang sebagai simbol identitas kebanggaan masyarakat Tanah Laut.

Dikerjakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanah Laut, tugu baru ini menggantikan bangunan lama yang ukurannya jauh lebih kecil. Keunikan utama dari landmark anyar ini terletak pada fitur mekanisnya yang memungkinkan tugu untuk berputar.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kasuma, mengklaim fitur tersebut menjadi daya tarik yang sangat langka.

“Yang paling ikonik, tugu yang sekarang mungkin satu-satunya di Kalimantan Selatan yang bisa berputar. Tugu ini akan berputar setiap malam, mulai dari jam 19.00 sampai jam 23.00,” ungkap Erzandi.

Lebih lanjut, Erzandi menjelaskan bahwa desain tugu memadukan konsep minimalis modern dengan filosofi lokal. Ornamen yang disematkan meliputi siluet Anggrek Bulan Pelaihari dan lambang Kijang Mas.

“Ada filosofi di balik lambang Kijang Mas ini. Artinya, kebersamaan kita berlari seperti kijang agar nantinya Tanah Laut bisa lebih maju lagi,” tambahnya.

Bagi warga setempat, kawasan persimpangan ini menyimpan nilai sejarah dan emosional yang mendalam. Wakil Bupati Tanah Laut, H. M. Zazuli, yang menghabiskan masa kecilnya persis di depan lokasi tugu tersebut, turut membagikan kenangannya mengenai transformasi kawasan Pasar Lawas.

“Dulu tugu di sini cuma tugu kecil yang ada jamnya, tingginya pun cuma sekitar dua meteran. Tapi alhamdulillah, sekarang kelihatannya sudah megah sekali dan sesuai dengan perkembangan zaman,” kenang Zazuli.

Dengan hadirnya tata cahaya modern dan desain yang atraktif, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap tugu ini dapat menjadi magnet wisata baru di pusat kota.

“Harapan kita bersama, semoga tugu baru ini bisa jadi kebanggaan masyarakat Tanah Laut. Mari kita selalu jaga kebersihannya, agar ke depannya Tanah Laut bisa semakin maju, tertata, dan lebih baik lagi,” tutup Zazuli.

(SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan