SANAK.ID ,PELAIHARI – Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari menjadi pilihan baru bagi lulusan madrasah dan pesantren di Kabupaten Tanah Laut untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa perlu meninggalkan daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menilai, keberadaan perguruan tinggi Islam ini sangat strategis dalam memperluas akses pendidikan masyarakat lokal. Kendati demikian, Pemprov Kalsel mengingatkan pentingnya menjaga mutu akademik pasca-berdiri.
“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas melalui kesiapan dosen, kurikulum dan tata kelola sehingga mampu meraih akreditasi yang baik,” tulis keterangan resmi Pemprov Kalsel.
Pemprov Kalsel juga mendorong adanya kolaborasi erat antara pihak kampus, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama. Menurut Pemprov, pembangunan infrastruktur pendidikan harus dibarengi dengan penanaman nilai spiritual.
“Pembangunan pendidikan perlu berjalan seiring dengan pembangunan spiritual, sehingga kemajuan daerah tidak hanya ditandai oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusia yang memiliki ilmu dan akhlak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan STAI Asy-Syuhada Pelaihari, KH Ahmad Syarifuddin Noor, menyampaikan bahwa proses perintisan kampus ini membutuhkan waktu cukup panjang.
“Gagasan pendirian perguruan tinggi tersebut telah dirintis sejak 2020 hingga akhirnya memperoleh izin operasional pada Mei 2026,” jelas KH Ahmad Syarifuddin Noor.
Ia mengungkapkan, saat ini STAI Asy-Syuhada telah menampung 65 mahasiswa pada angkatan pertama. Ke depan, pihak yayasan menargetkan pengembangan institusi ini hingga bertransformasi menjadi universitas Islam.
Kehadiran STAI Asy-Syuhada diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Tanah Laut sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang Simpun, Maju, dan Berkelanjutan. (SANAK.ID/SYAIFUL)










