Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Headline

Angkat Tradisi Bali di Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar Raih Stand Terbaik Pekan Raya Tala 2026

Avatar photobadge-check


					Stand Kecamatan Batu Ampar berdekorasi kebudayaan Bali Tadjau Pecah di Pekan Raya Tala 2026. (SANAK.ID/Syaiful) Perbesar

Stand Kecamatan Batu Ampar berdekorasi kebudayaan Bali Tadjau Pecah di Pekan Raya Tala 2026. (SANAK.ID/Syaiful)

SANAK.ID ,PELAIHARI – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi berakhir. Penutupan acara Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 yang dipusatkan di Halaman Pertasi Kencana Pelaihari pada Sabtu malam (22/8/2026) berlangsung meriah dan dipadati masyarakat.

Puncak acara penutupan ditandai dengan pengumuman serta penyerahan piala penghargaan berbagai perlombaan. Dari deretan pemenang, Kecamatan Batu Ampar berhasil menyabet predikat Juara Pertama untuk kategori Stand Terbaik.

Kecamatan Batu Ampar berhasil memukau dewan juri dengan mengusung konsep dan ornamen unik kebudayaan Bali. Konsep ini terinspirasi langsung dari salah satu desa di wilayahnya, yakni Desa Tajau Pecah.

Camat Batu Ampar,Hendro Cahyoko, menjelaskan bahwa ide menghadirkan nuansa Bali dilatarbelakangi oleh tingginya populasi warga transmigran asal Bali yang mendiami desa tersebut dan hidup rukun berdampingan.

“Di Desa Tajau Pecah itu ada transmigran dari Bali yang mungkin sekitar 40 persen dari jumlah penduduk Tadjau Pecah. Dan ini merupakan suatu tradisi Bali yang tumbuh dan berkembang di Tanah Laut,” ungkap Camat Batu Ampar saat ditemui di lokasi acara.

Ia menambahkan, keunikan akulturasi budaya yang telah berlangsung lama ini dinilai menjadi kebanggaan daerah sehingga patut diperkenalkan ke khalayak luas dalam momentum pameran tahunan tersebut.

Menariknya, seluruh proses dekorasi hingga pengerjaan stan tidak menggunakan pihak ketiga. Kemenangan ini murni berkat gotong royong dan kreativitas para pemuda desa setempat.

“Untuk menggarap stand dan dekor ini semua dari pemuda yang ada di Desa Tadjau Pecah, terutama yang di Kampung Balinya. Semuanya dari orang lokal, inisiatif dari mereka semua,” tegasnya.

Penutupan Pekan Raya Kemerdekaan Tala 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat semata, tetapi juga mampu memacu kreativitas, memajukan potensi UMKM kecamatan, serta terus mempererat tali silaturahmi dan nilai-nilai toleransi di Kabupaten Tanah Laut. (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Polres Tanah Laut Masuk Top 5 Kompolnas Awards 2026 Kategori Kelompok A

18 September 2026 - 13:20 WITA

Komitmen Pembangunan Infrastruktur: Bupati Tanah Laut Realisasikan Jalan Poros, Internet, hingga Bidan Desa di Salaman

8 September 2026 - 12:37 WITA

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Pemkab Tala Gelar Komitmen Bersama Program Inkubasi IKM

31 August 2026 - 18:05 WITA

Indocement Gelar Media Gathering Ke-2 Tahun 2026: Fokus Pada Capacity Building dan Pemberdayaan Komunitas

26 August 2026 - 04:15 WITA

Trending on Headline