Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kalimantan Selatan

Asah Daya Kritis, 150 Mahasiswa Politala Dikawal Salurkan Aspirasi Lewat Jalur Resmi

Avatar photobadge-check


					sosialisasikan SP4N Lapor, RAZALAKAS 112, dan RAZAWALI untuk aduan fasilitas publik resmi. (Sanak.ID/Ist) Perbesar

sosialisasikan SP4N Lapor, RAZALAKAS 112, dan RAZAWALI untuk aduan fasilitas publik resmi. (Sanak.ID/Ist)

SANAK.ID, Pelaihari – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) pada Selasa (19/05/2026), saat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) Kabupaten Tanah Laut menggelar program Sosialisasi Lapor Goes to Campus. Di hadapan 150 mahasiswa, Wakil Direktur Politala, Rina Pebriana, S.E., M.Comm., memberikan pesan mendalam agar mahasiswa menjadi motor penggerak yang bijak digital. Beliau berpesan, “Jadilah generasi yang kritis namun tetap santun, aktif namun tetap bijaksana, serta peduli terhadap lingkungan sosial di sekitar.”

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfostasan Tala, Rika Amalia, S.STP., M.Si., bersama tim Bidang Komunikasi dan E-Government ini, menegaskan pentingnya keterbukaan di era digital. Pemerintah kini menuntut tata kelola yang adaptif, transparan, dan responsif.

“Pelayanan publik yang baik tidak lagi searah dari pemerintah ke masyarakat, melainkan dua arah. Pemerintah butuh mendengar dan masyarakat punya hak untuk bersuara,” tegas Rika.

Melalui ruang diskusi ini, diperkenalkan tiga kanal pelayanan andalan: platform nasional SP4N Lapor yang menjamin kerahasiaan pelapor, panggilan darurat bebas pulsa RAZALAKAS 112, serta inovasi lokal RAZAWALI via radio Tuntung Pandang 102,3 FM. Kehadiran kanal-kanal ini terbukti efektif dalam menyerap aspirasi warga.

“Alhamdulillah, respons masyarakat cukup banyak. Aduan terbanyak biasanya terkait pupuk, jalan rusak, jembatan rusak, dan lain-lain,” ungkap Rika Amalia.

Di akhir penjelasannya, Rika menggarisbawahi mengapa daya kritis mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai social control bagi pembangunan daerah.

“Mahasiswa adalah social control. Mahasiswa memiliki daya kritis yang tajam, idealism yang murni, dan penguasaan teknologi. Kampus bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan laboratorium peradaban di mana solusi-solusi untuk daerah itu dilahirkan,” ujarnya.

Ia pun menutup sosialisasi dengan ajakan persuasif agar mahasiswa tidak hanya mengeluh tanpa arah di media sosial, melainkan berani melapor lewat jalur resmi demi perubahan yang nyata.

“Jika melihat jalan rusak, fasilitas publik yang terbengkalai, atau pelayanan birokrasi yang berbelit, jangan hanya dijadikan konten. Gunakan SP4N Lapor, Razawali, atau Razalakas untuk menyampaikan laporan secara resmi dan tepat sasaran,” ajaknya . (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan