SANAK.ID, PELAIHARI– Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Ismail Fahmi, memastikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Laut telah kembali beraktivitas secara fisik pada hari pertama kerja pasca libur lebaran dan kebijakan Work From Home (WFH).
Hal ini disampaikan Ismail Fahmi usai mengikuti Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan acara Halalbihalal seluruh ASN di halaman Kantor Bupati Tanah Laut, Senin (30/03/2026).
Dalam keterangannya, Ismail Fahmi menegaskan bahwa Bupati Tanah Laut,H.Rahmat Trianto, telah melakukan pengecekan langsung bersama BKPSDM untuk memastikan tingkat kehadiran pegawai. Ia berharap momen kembali bekerja ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh ASN untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan selama masa cuti bersama.
“Hari ini adalah efektif secara fisik. Kami berharap semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat waktu, mengingat kita juga tengah fokus pada kegiatan Musrenbang Kabupaten untuk perencanaan tahun 2027 agar lebih efektif dan optimal,” ujar Ismail Fahmi.
Selain masalah kedisiplinan, Sekda Ismail Fahmi juga memaparkan kondisi struktur keuangan daerah. Ia menjelaskan bahwa struktur APBD tahun 2026 saat ini masih dalam posisi aman, dengan alokasi belanja pegawai berada di kisaran 29% hingga 30%.
Terkait kekhawatiran mengenai efisiensi jumlah pegawai, Ismail Fahmi memberikan kabar baik bagi para tenaga P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ia menjelaskan adanya perbedaan perlakuan anggaran antara P3K penuh waktu dan paruh waktu.
P3K Paruh Waktu,Anggarannya masuk dalam kategori belanja barang dan jasa, sehingga tidak membebani pos belanja pegawai secara langsung.Untuk P3K Penuh Waktu,Sedang dalam tahap penghitungan ulang komposisi anggarannya agar tetap sinkron dengan proyeksi APBD 2027.
Komitmen Menghindari Pemberhentian Menutup keterangannya, Ismail Fahmi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut di bawah arahan Bupati untuk sebisa mungkin menghindari kebijakan pemberhentian atau pengurangan pegawai.
“Bapak Bupati sudah menekankan, jika nantinya komposisi belanja pegawai berada di atas 30%, kita akan mencari formula atau komposisi yang pas. Kita akan menghindari pemberhentian atau pengurangan agar semua komponen tetap bisa berfungsi dan berkontribusi bagi pembangunan di Tanah Laut,” pungkasnya.
(SANAK.ID/ARIYANI)










