SANAK.ID,PELAIHARI – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Laut menutup tahun 2025 dengan memaparkan rapor akuntabilitas kinerja keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dalam konferensi pers yang digelar di Joglo Wicaksana Laghawa, Rabu (31/12/2025), Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menjabarkan dinamika kriminalitas selama setahun terakhir.
Didampingi Wakapolres, Kabag Ops, dan jajaran Kasat, Kapolres merinci data statistik kriminalitas yang menunjukkan kenaikan tipis. Berdasarkan Data Operasional (DORS) Polri, jumlah tindak pidana umum meningkat dari 344 kasus pada tahun 2024 menjadi 354 kasus di tahun 2025.
Sukses Ungkap Kasus Menonjol
Meski angka kriminalitas sedikit naik, Polres Tala menorehkan prestasi gemilang dalam pengungkapan kasus-kasus berat (atensi publik). Fokus utama keberhasilan tahun ini adalah tuntasnya penanganan kasus penghilangan nyawa yang bermotif dendam dan asmara.
Dua kasus besar yang berhasil dibongkar adalah insiden penembakan dengan senjata api rakitan di Kecamatan Takisung serta penganiayaan berujung maut di Simpang 4 Desa Ketapang yang melibatkan tersangka Muhammad Ridho.
“Saya bersyukur, sepengetahuan saya semua kasus pembunuhan bisa kita ungkap dengan kerjasama semua pihak. Bahkan kasus yang baru terjadi tadi malam pun, pelakunya sudah menyerahkan diri. Ini menjadi bukti komitmen kami terhadap kasus-kasus yang menonjol,” tegas AKBP Ricky Boy.
Narkoba Turun, Laka Lantas Naik
Pada sektor pemberantasan narkotika, tren menunjukkan penurunan positif sebanyak 21 perkara dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 883,44 gram sabu dan 87 butir ekstasi.
Namun, evaluasi serius diberikan pada bidang lalu lintas. Angka kecelakaan tercatat naik sebanyak 8 insiden dengan total kerugian materiil mencapai Rp602.900.000. Menanggapi hal ini, Kapolres menekankan pentingnya kesadaran hukum pengguna jalan.
“Rumus laka lantas itu sederhana, penyebab utamanya adalah pelanggaran aturan. Jika semua taat, potensi kecelakaan sangat kecil. Begitu ada pelanggaran, risiko kecelakaan menjadi sangat besar,” jelasnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Polres Tanah Laut berhasil membuktikan kualitas layanannya dengan menyabet penghargaan Kategori Pelayanan Prima (A) dari Kapolri. Apresiasi juga diberikan kepada Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba atas kinerja responsif mereka.
Menutup paparannya, Kapolres memberikan sinyal tegas terkait agenda penegakan hukum di sektor sumber daya alam pada tahun mendatang. Pihaknya kini tengah menyusun strategi matang bersama Polda Kalsel untuk memberantas praktik pertambangan ilegal di wilayah tersebut.










