Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Entertainment

Dari Satu Pengrajin hingga Panggung Eropa, Menelisik Jejak Kebangkitan Sasirangan Tanah Laut

Avatar photobadge-check


					Dari Satu Pengrajin hingga Panggung Eropa, Menelisik Jejak Kebangkitan Sasirangan Tanah Laut Perbesar

SANAK.ID,PELAIHARI – Gemuruh tepuk tangan di Antwerp Central Station, Belgia, pada pertengahan Desember lalu, menjadi puncak manis bagi perjalanan panjang kain Sasirangan khas Kabupaten Tanah Laut (Tala). Keberhasilan Sasirangan Tala menjadi satu-satunya wakil kabupaten dari Indonesia di ajang Indonesia Creative Week (ICW) bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari transformasi panjang yang dirintis lebih dari satu dekade silam.

 

Jejak Langkah dari Tahun 2010-an

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tanah Laut, Nurmaya Savitri, ST., MS, menceritakan bahwa ekosistem pengrajin di Tala dibangun secara bertahap dari jumlah yang sangat minim. Saat di temui di showroom Dekranasda Tanah laut (25/12/2025)

“Perjalanannya cukup panjang. Pada kisaran tahun 2010-an, kita awalnya hanya memiliki satu orang pengrajin di Tanah Laut,” kenang Nurmaya.

Pemerintah daerah kemudian bergerak aktif menggelar berbagai pelatihan untuk menumbuhkan minat dan keahlian warga. Upaya ini mulai membuahkan hasil nyata pada tahun 2014.

“Di tahun 2014, mulai muncul pengrajin-pengrajin baru, khususnya di Desa Martadah dan Banyu Irang, sebagai hasil dari pelatihan-pelatihan yang kita adakan. Alhamdulillah, saat ini jumlahnya terus berkembang menjadi 28 pengrajin yang tersebar luas, mulai dari Kecamatan Bati-Bati, Pelaihari, Banyu Irang, Bajuin, hingga Kintap,” ungkap Nurmaya.

Ket. Nurmaya Savitri, ST., MS, menceritakan bahwa ekosistem pengrajin di Tala dibangun secara bertahap.

Inovasi Teknik “Ringkel” dan “Colet”

Kuantitas pengrajin yang bertambah dibarengi dengan peningkatan kualitas teknik. Agar mampu bersaing di pasar global dan memiliki ciri khas dibanding daerah lain di Kalimantan Selatan, para pengrajin Tala memperdalam ilmu hingga ke Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

Nurmaya menjelaskan bahwa identitas baru Sasirangan Tala terletak pada keberanian memadukan teknik tradisional dengan sentuhan modern.

“Sasirangan kita unik dan berbeda. Kita mengombinasikan Sasirangan dengan teknik Ringkel serta teknik batik tulis atau Colet,” jelas Nurmaya. Perpaduan teknik ini melahirkan motif yang orisinal, bertekstur unik, dan bernilai seni tinggi sehingga lebih diminati pasar modern.

Dukungan Penuh Menembus Batas,Transformasi produk ini disambut dengan strategi pemasaran yang agresif dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Laut. Ketua Dekranasda Tala, Hj. Dian Rahmat, menjadi motor penggerak yang memastikan karya para pengrajin ini mendapatkan panggung yang layak.

Ket. Ketua Dekranasda Tala, Hj. Dian Rahmat, sebagai pendorong karya pengrajin tampil dipanggung internasional.

Dari level nasional di Plaza Indonesia Fashion Week Jakarta, hingga akhirnya menembus kurasi ketat untuk tampil di Belgia bersama Native Indonesia. Hj. Dian menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bentuk komitmen nyata daerah.

“Kami akan terus berjuang untuk memajukan IKM dan produk unggulan Tanah Laut, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” ujar Hj. Dian Rahmat dalam keterangannya.

Kini, Sasirangan Tala tidak hanya menjadi lembaran kain, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah. Di Belgia, kain ini tidak hanya dipamerkan, tetapi diperagakan oleh model internasional dan diminati desainer Eropa.

Nurmaya berharap, eksposur internasional ini membawa dampak riil bagi kesejahteraan 28 pengrajin yang kini menjadi tulang punggung produksi Sasirangan Tala. Selain Sasirangan, produk turunan seperti Kopiah Tuntung Pandang dan tas anyaman purun juga turut diperkenalkan.

“Harapan kami, Sasirangan dan kerajinan Tanah Laut lainnya semakin diminati pasar internasional dan tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi pengrajin kita,” tutup Nurmaya optimis.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Trending on Kalimantan Selatan