Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Berita

Gubernur Muhidin Resmi Tetapkan UMP Kalimantan Selatan 2026 Naik 6,54 Persen Menjadi Rp3.725.000

Avatar photobadge-check


					Ket.Gubernur Kalsel Muhidin menetapkan besaran UMP dan UMSP Kalsel Tahun 2026 berdasarkan hasil rekomendasi Dewan Pengupahan, Rabu (24/12/2025). Foto.Mc Kalsel Perbesar

Ket.Gubernur Kalsel Muhidin menetapkan besaran UMP dan UMSP Kalsel Tahun 2026 berdasarkan hasil rekomendasi Dewan Pengupahan, Rabu (24/12/2025). Foto.Mc Kalsel

SANAK.ID,KALIMANTAN SELATAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menetapkan UMP tahun 2026 sebesar Rp3.725.000. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,54 persen dibandingkan UMP tahun 2025 yang sebelumnya berada pada angka Rp3.496.150.
Penetapan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Muhidin pada Rabu (24/12/2025) sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keseimbangan iklim usaha yang kondusif di Kalimantan Selatan.
Selain menetapkan UMP, Gubernur juga mengesahkan besaran Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Kalimantan Selatan Tahun 2026 untuk sejumlah sektor strategis. Adapun rincian UMSP tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sektor Pertambangan Batubara: Rp3.770.000
  2. Sektor Pembangkit, Transmisi, dan Penjualan Tenaga Listrik (Satu Kesatuan Usaha): Rp3.759.000
  3. Sektor Perkebunan Kelapa Sawit: Rp3.730.000
  4. Sektor Industri Minyak Kelapa Sawit: Rp3.730.000
  5. Sektor Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair, Gas, dan EBDI: Rp3.728.000
  6. Sektor Industri Kayu Lapis: Rp3.728.000

Keputusan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Gubernur Muhidin menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi Kalimantan Selatan yang dicapai melalui proses musyawarah dan mufakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya mengapresiasi peran seluruh unsur Dewan Pengupahan, serikat pekerja, pengusaha, akademisi, dan pemerintah daerah atas proses yang telah dilaksanakan,” ujar Gubernur Muhidin.

Beliau menambahkan harapan agar kebijakan pengupahan ini dapat memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
“Semoga kebijakan ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Penetapan UMP dan UMSP 2026 ini diharapkan mampu menjadi jalan tengah yang menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap hak pekerja dan keberlanjutan dunia usaha, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika pembangunan nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan