SANAK. ID, PELAIHARI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut bergerak cepat mengatasi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. Melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), dan pemerintah kecamatan, pasokan air bersih terus didistribusikan ke rumah-rumah warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut, Ismail Fahmi, memastikan bahwa penyaluran air bersih telah menjangkau berbagai wilayah terdampak di 11 kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut. Hal tersebut disampaikannya di halaman kantor Dinas Sosial Tanah Laut pada Selasa (6/10/2026).
“Sejak 29 September lalu, tercatat sudah 120.000 liter air bersih yang dibagikan kepada masyarakat. Pada minggu-minggu pertama, prioritas kami memang difokuskan pada tempat ibadah dan pesantren,” kata Ismail.
Seiring dengan dampak kemarau yang meluas, bantuan kini telah disalurkan ke 21 desa. Pengiriman air dilakukan secara bergilir, dengan mekanisme penjadwalan ulang oleh petugas setiap tiga hari sekali.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa Pemkab Tanah Laut turut menggandeng perusahaan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyiasati keterbatasan armada. Saat ini, pendistribusian air di tiga kecamatan yakni Kecamatan Jorong, Batu Ampar, dan Kintap telah dibantu oleh perusahaan setempat.
“Tidak semua SKPD memiliki kendaraan pendukung seperti mobil pikap. Saat ini, kami mendapat dukungan operasional dari 16 SKPD dari total 29 SKPD yang ada. Kami berharap SKPD lainnya siap turun tangan jika kebutuhan di lapangan semakin meningkat,” ungkapnya.
Untuk pasokan, air bersih diperoleh secara gratis dari PDAM serta titik sumber air milik BPBD. Warga dari desa-desa terdekat juga diperbolehkan datang untuk mengambil air secara mandiri di halaman kantor BPBD.
Di samping itu, Pemkab Tanah Laut mengimbau masyarakat yang wilayahnya belum tersentuh bantuan untuk segera melapor agar dapat dimasukkan ke dalam jadwal distribusi.
“Masyarakat bisa melapor ke Dinas Sosial atau langsung ke pihak kecamatan. Verifikasi laporan dilakukan secara bertahap di tingkat kecamatan. Nantinya pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengatur jadwal ke setiap desa,” jelas Ismail.
Di akhir keterangannya, Sekda mengakui bahwa belum seluruh wilayah dapat terlayani secara merata akibat keterbatasan armada dan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
“Kami sudah mengupayakan seoptimal mungkin, meskipun ada beberapa desa yang hingga hari ini belum terlayani karena keterbatasan kemampuan operasional. Mudah-mudahan bantuan yang kami salurkan ini dapat mengurangi beban masyarakat,” tutupnya.
(SANAK.ID/SYAIFUL)











