SANAK.ID,PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut melalui Sekretariat Daerah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan tersebut dilangsungkan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dari Ruang Rapat Barakat, Setda Tanah Laut, pada Senin (14/9/2026).
Rapat ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut, Masturi, S.STP., bersama sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemkab Tanah Laut. Selain agenda utama mengenai pengendalian inflasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembahasan mengenai verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Ruang Bersama Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Dalam arahannya, rapat tersebut menekankan pentingnya implementasi kebijakan pembangunan desa yang mengacu pada Asta Cita ke-6. Kebijakan ini berfokus pada upaya membangun dari desa dan dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta memberantas kemiskinan. Lebih lanjut, rapat juga menyoroti pentingnya peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan hingga tingkat desa sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan.
Terkait dengan penguatan ekonomi desa, pembahasan juga mencakup progres verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah. Koperasi ini dinilai sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat roda ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Sebagai rangkaian penutup, dilakukan penandatanganan SKB yang menjadi wujud komitmen bersama antara lintas kementerian dan pemerintah daerah. SKB ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia, termasuk secara khusus di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Tanah Laut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Langkah sinergis ini diharapkan dapat secara efektif menjaga stabilitas harga, mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, dan sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial bagi perempuan dan anak di wilayahnya. (SANAK.ID/SYAIFUL)










