Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Kalimantan Selatan

Ubah Sampah Organik Jadi Penggerak Ekonomi, Inovasi Kopasos Tanah Laut Diapresiasi Bupati

Avatar photobadge-check


					Komunitas Kopasos di Tanah Laut sukses mengubah limbah sampah organik menjadi pakan ternak ikan dan unggas melalui budidaya maggot BSF. (SANAK.ID/Dok.Ist) Perbesar

Komunitas Kopasos di Tanah Laut sukses mengubah limbah sampah organik menjadi pakan ternak ikan dan unggas melalui budidaya maggot BSF. (SANAK.ID/Dok.Ist)

SANAK.ID ,PELAIHARI – Upaya penanganan persoalan sampah organik di Kabupaten Tanah Laut kini tidak sekadar berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga didorong agar mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Terobosan ini salah satunya dibuktikan oleh Komunitas Pengelola Sampah Organik Sinergi (Kopasos) di Desa Atu-Atu melalui pemanfaatan budidaya lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF).

Menurut Founder Kopasos, Heri Winardi, komunitas ini mulai dikembangkan pada tahun 2021 dari inisiatif sekumpulan warga yang mencari solusi atas persoalan sampah organik di lingkungan mereka. Sampah-sampah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai media budidaya BSF untuk menghasilkan maggot. Maggot yang telah berusia 15 hingga 20 hari lantas disalurkan sebagai pakan ikan maupun unggas.

Langkah Kopasos tidak berhenti pada produksi pakan mentah. Mereka menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan budidaya maggot bersama peternakan ayam serta kolam ikan lele dan nila.

“Komposisi paling besar dalam satu budidaya adalah biaya pakan. Kalau biaya pakan bisa dikurangi melalui budidaya maggot dari sampah organik, tentunya hasil usaha bisa lebih banyak dan keuntungannya meningkat,” jelas Heri pada Rabu (16/09/2026).

Menariknya, Kopasos tidak menjadikan penjualan maggot sebagai tujuan utama usaha. Maggot yang dihasilkan justru lebih banyak dipakai untuk memenuhi kebutuhan pakan dalam rantai budidaya mereka sendiri. Keuntungan ekonomi diraih dari hasil akhir berupa ayam, telur, lele, dan nila yang sukses dipanen sebagai produk bernilai jual.

Inovasi yang dibangun secara swadaya sekaligus mendapat pembinaan dan fasilitas pengangkutan dari DPKPLH ini, turut menuai apresiasi dari Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto. Saat mengunjungi lokasi, Bupati menilai konsep Kopasos memiliki potensi ekonomi yang sangat luas jika dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Bupati bahkan menyebutkan bahwa lahan-lahan milik pemerintah daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dipertimbangkan menjadi lokasi budidaya serupa demi mendukung pengelolaan sampah organik. Inisiatif semacam ini diyakini dapat menghadirkan manfaat ganda: membantu mengurai persoalan limbah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Konsep yang diusung Kopasos menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah dapat bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi instrumen pemberdayaan dan penguatan ekonomi. Inovasi berbasis potensi lokal ini dinilai sangat sejalan dengan upaya mewujudkan visi Tanah Laut yang Simpun, Maju, dan Berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya yang produktif.(SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Bantu Tekan Inflasi dan Bantu Warga, Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah

19 October 2026 - 15:45 WITA

Trending on Kalimantan Selatan