SANAK.ID,Pelaihari– Anton Kuswoyo, seorang dosen dari Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), berhasil mengembangkan budidaya tanaman sorgum di lahan marginal di Desa Ujung Batu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Inovasi pemanfaatan lahan pascatambang dan lahan tidur untuk tanaman pangan alternatif ini mengantarkannya meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat provinsi.
Anton, yang juga merupakan mahasiswa S3 Ilmu Nutrisi dan Pakan di Fakultas Peternakan IPB, menjelaskan bahwa sorgum yang dikembangkannya adalah jenis Sorgum Pahat (Pangan Sehat). Varietas ini merupakan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dibawa dan dibudidayakan di Kalimantan Selatan.
“Sorgum ini memiliki keunggulan ganda. Selain bijinya sebagai pangan alternatif pengganti nasi yang rendah gula, batangnya juga bermanfaat sebagai pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing,” ujar Anton saat ditemui di lokasi perkebunan sorgumnya, Kamis (5/2/2026).
Fokus utama riset Anton adalah pemanfaatan lahan marginal. Berdasarkan riset yang ia lakukan sejak tahun 2022, sorgum terbukti tangguh hidup di lahan bekas tambang batu bara dan lahan tandus lainnya.
“Hasilnya luar biasa. Di lahan pascatambang, produksi biomassa sorgum ini bisa mencapai 50 ton per hektare,” ungkap Anton. Hal ini menjadikan sorgum solusi strategis untuk ketahanan pangan sekaligus penyediaan pakan ternak di wilayah yang memiliki banyak lahan kritis seperti Kalimantan Selatan.
Anton memaparkan bahwa beras sorgum sangat cocok bagi penderita diabetes karena memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan nasi, namun kaya akan serat, protein, zat besi, fosfor, dan kalsium. Proses pengolahannya pun relatif sederhana, mulai dari panen, perontokan, penjemuran, hingga penyosohan menjadi beras atau penepungan untuk bahan aneka makanan ringan.
Atas dedikasinya meneliti potensi sorgum ini, Ir. Anton Kuswoyo, S.Si., M.T., M.Pt. dianugerahi penghargaan Juara 1 pada Gelaran Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan.

Ket.Piagam penghargaan Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 yang diraih Ir. Anton Kuswoyo.
Penghargaan tersebut diserahkan di Banjarbaru pada 13 November 2025 lalu, dengan judul penelitian “Kajian Agronomi dan Nutrisi Sorgum Hijauan Pakan Berenergi Tinggi di Lahan Pascatambang Batubara sebagai Produk Unggulan Kalimantan Selatan”.
Anton berharap, melalui pengembangan ini, sorgum dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah Kalimantan Selatan di masa depan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta memberikan solusi produktif bagi pemanfaatan lahan-lahan tidur di daerah tersebut. (SANAK.ID/SYAIFUL)










