SANAK.ID , PELAIHARI – Upaya masif Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam membentengi remaja dari risiko pernikahan dini melalui seminar Prophetic Parenting mendapat dukungan segar dari kelompok aktivis perempuan mahasiswa, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang diinisiasi DP3AP2KB bersama TP PKK Tanah Laut di Aula Rakat Manuntung ini tidak hanya memikat perhatian para santri, tetapi juga memicu semangat kolaborasi dari organisasi kepemudaan.
Langkah strategis ini dinilai sebagai jawaban atas ancaman sistemik seperti kemiskinan dan stunting yang kerap membayangi pernikahan di bawah umur.
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Tanah Laut, Monica Nur Kholifa, yang hadir dalam sesi tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap akselerasi pemerintah daerah.
Menurutnya, pendekatan pola asuh berbasis keteladanan Rasulullah adalah fondasi yang tepat untuk mengedukasi masyarakat dan remaja secara fundamental.
Dalam keterangannya, Monickea menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam kerja-kerja di akar rumput.
Ia menyampaikan:
“Kehadiran kami dari organisasi perempuan sangat-sangat mendukung dan mengapresiasi dengan diadakannya seminar parenting oleh DP3AP2KB di bawah kepemimpinan Ibu Maria. DP3AP2KB ini sangat-sangat progresif dalam hal penanganan perempuan dan anak.” ungkap Monica.
Lebih lanjut, Monica menekankan bahwa edukasi mengenai pernikahan dini tidak boleh berhenti pada satu acara seminar saja. Ia menaruh harapan besar agar sinergi ini meluas ke berbagai aksi nyata lainnya.
“Harapannya kami dari pihak Kohati Cabang Tanah Laut bisa bersinergi terus dengan DP3AP2KB dengan kegiatan-kegiatan lainnya, entah itu kegiatan sosial, khususnya anak. Me-edukasi masyarakat dan remaja tentang pernikahan dini,” tegas Monica.
Masuknya dukungan dari organisasi perempuan mahasiswa seperti Kohati diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke pelosok desa.
Seminar ini menghadirkan akademisi UIN Antasari, Hanafi, S.Th.I., M.A, yang membedah konsep kematangan emosional sebelum membina rumah tangga.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan organisasi mahasiswa, Bumi Tuntung Pandang diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih mengutamakan pendidikan dan perencanaan masa depan daripada memutuskan menikah terlalu dini.(SANAK.ID/ALI)










