Menu

Dark Mode
Antisipasi Karhutla 2026, Polres Kotabaru Gelar Apel Siaga dan Simulasi di Kelumpang Hilir Polsek Kintap Pasang Replika Mobil Patroli di Titik Rawan Kecelakaan Desa Pasir Putih Kerawanan Jalur Perairan Jadi Sorotan, Grafik Perkara Pidana di Tanah Laut Meningkat Bimtek Aparatur Desa di Banjarbaru Perkuat Pemahaman Tata Kelola Keuangan Desa Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan dalam Apel Gabungan Pemkab Tanah Laut Perkuat Sinergi, Komisi III DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Polres Tanah Laut

Kalimantan Selatan

Menata APBD Kabupaten Tanah Laut: Ikhtiar Menuju Kemandirian Fiskal Daerah 

Avatar photobadge-check


					Ket.Dosen D3 Akuntansi, Politeknik Negeri Tanah Laut. Foto Istimewa Perbesar

Ket.Dosen D3 Akuntansi, Politeknik Negeri Tanah Laut. Foto Istimewa

SANAK.ID, Pelaihari – Upaya mewujudkan kemandirian fiskal di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan tren positif yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati H. Rahmat Trianto, M.Si., M.Han. Kalangan akademisi menilai, langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai membuahkan hasil nyata pada Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan data publikasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, rasio kemandirian fiskal Tanah Laut mencatatkan lonjakan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Dari angka 10,80 persen pada tahun 2023, naik perlahan ke 11,05 persen pada 2024, dan melonjak signifikan menjadi 12,17 persen pada tahun 2025.

Dalam analisis struktur penerimaan pajak tahun 2025, capaian tertinggi pendapatan daerah didorong oleh jenis pajak strategis berbasis aset. Kontributor utama berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Tingginya kontribusi dari PBB-P2 dan BPHTB mencerminkan aktivitas ekonomi berbasis transaksi aset properti di Tanah Laut kian kuat. Ini potensi lokal yang mulai terkelola dengan baik,” tulis Rizky Aldi Setianda, dosen Politala sekaligus tim akademisi dalam rilis analisis yang diterima redaksi, Selasa (3/2).

Selain sektor properti, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) turut memberikan andil besar, khususnya dari pajak tenaga listrik serta pajak makan dan minum. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi energi dan pertumbuhan sektor jasa penunjang kegiatan rumah tangga maupun usaha di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Retribusi Pelayanan Jasa Kesehatan menjadi penyumbang terbesar dari pos retribusi. Meski menunjukkan optimalisasi layanan publik, Rizky Aldi Setianda mengingatkan bahwa sifat retribusi hanya sebagai komplementer (pelengkap), mengingat tarifnya dibatasi oleh regulasi pelayanan publik dan tidak bisa dijadikan tumpuan utama profit.

Meskipun tren menunjukkan grafik menanjak, para akademisi memberikan catatan kritis bahwa Tanah Laut masih menghadapi tantangan mendasar untuk benar-benar lepas dari pola instruktif (ketergantungan tinggi pada pusat).

“Struktur penerimaan 2025 memang positif, namun penguatan basis PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah menjadi prasyarat mutlak. Terutama untuk menghadapi dinamika penyesuaian transfer keuangan pusat ke daerah di masa depan,” lanjut analisis tersebut.

Strategi ekstensifikasi yang disarankan tidak sekadar menambah jenis pungutan baru, melainkan memperluas basis data yang ada. Langkah konkret yang didorong meliputi:

  1. Pendataan potensi secara komprehensif.
  2. Pemutakhiran basis data objek dan subjek pajak.
  3. Integrasi sistem informasi perpajakan daerah.

Strategi ekstensifikasi yang terarah dan berbasis data ini diharapkan mampu memperluas basis PAD secara berkelanjutan. Hal ini dinilai krusial agar kapasitas fiskal Tanah Laut menjadi lebih adaptif dan resilien saat terjadi fluktuasi dana transfer dari pemerintah pusat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polsek Kintap Pasang Replika Mobil Patroli di Titik Rawan Kecelakaan Desa Pasir Putih

30 April 2026 - 13:21 WITA

Kerawanan Jalur Perairan Jadi Sorotan, Grafik Perkara Pidana di Tanah Laut Meningkat

29 April 2026 - 15:48 WITA

Bimtek Aparatur Desa di Banjarbaru Perkuat Pemahaman Tata Kelola Keuangan Desa

28 April 2026 - 00:32 WITA

Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan dalam Apel Gabungan Pemkab Tanah Laut

28 April 2026 - 00:02 WITA

Perkuat Sinergi, Komisi III DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Polres Tanah Laut

27 April 2026 - 19:27 WITA

Trending on Kalimantan Selatan