Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Headline

Dipantau Pakai Drone,Polres Tanah Laut Gerebek Tambang Emas Ilegal di Pemalongan

Avatar photobadge-check


					Ket.SITA BARANG BUKTI. Petugas mengamankan sejumlah peralatan tambang ilegal berupa mesin alkon, selang, dan karpet penyaring emas hasil penggerebekan di Desa Pemalongan, Kamis (22/1/2026). Foto Humaspolrestala Perbesar

Ket.SITA BARANG BUKTI. Petugas mengamankan sejumlah peralatan tambang ilegal berupa mesin alkon, selang, dan karpet penyaring emas hasil penggerebekan di Desa Pemalongan, Kamis (22/1/2026). Foto Humaspolrestala

SANAK.ID,PELAIHARI – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Laut menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Polsek Pelaihari melakukan penggerebekan di lokasi tambang ilegal di Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, pada Kamis (22/1/2026).

Operasi yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tanah Laut, AKP Cahya Prasada Tuhuteru, didampingi Kapolsek Pelaihari serta Kanit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter).

Sebelum melakukan penyergapan, tim gabungan melakukan patroli dan pemetaan wilayah. Untuk memastikan akurasi lokasi yang sulit dijangkau, petugas memanfaatkan teknologi drone guna memantau situasi dari udara. Hasil pantauan mengonfirmasi adanya aktivitas penambangan liar di area aliran sungai setempat.

Meskipun saat petugas tiba di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas penambang, bukti-bukti operasional di lapangan ditemukan dalam kondisi lengkap. Polisi mendapati satu unit sluice box (kasbox) yang terpasang di sungai, yang diduga kuat digunakan sebagai alat pemisah material emas. Selain itu, ditemukan pula sejumlah pondok yang dijadikan tempat istirahat para pekerja.

Petugas kemudian melakukan tindakan represif dengan menyita seluruh peralatan tambang yang tertinggal. Barang bukti yang diamankan meliputi mesin pompa air (alkon), selang plastik dan spiral, karpet penyaring, jeriken berisi bahan bakar solar, alat pengayak (lenggangan), van belt, terpal, hingga linggis.

Guna mencegah para penambang kembali beroperasi, polisi membongkar paksa pondok-pondok pekerja dan memasang garis polisi (police line) di seluruh area tambang tersebut.

Mewakili Kapolres Tanah Laut, AKP Cahya Prasada Tuhuteru menegaskan bahwa operasi ini adalah bentuk peringatan keras. Pihaknya memastikan akan terus melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah yang rawan kegiatan PETI.

“Tim akan terus melakukan pemantauan berkala. Jika masih ditemukan aktivitas atau pelaku yang nekat beroperasi, maka penindakan hukum yang lebih tegas akan kami lakukan,” tegas Cahya.

Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan kepolisian dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam, kelestarian lingkungan, serta penegakan hukum di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO

25 October 2026 - 09:53 WITA

Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut

22 October 2026 - 14:33 WITA

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Tanah Laut Serahkan Bantuan Alat Kebersihan ke Masjid Nuruddin

21 October 2026 - 15:34 WITA

Komisi III DPR RI H. Endang Agustina Dorong Pengawasan dan Peran Desa Cegah Narkoba

21 October 2026 - 11:25 WITA

Trending on Kalimantan Selatan