SANAK.ID,PELAIHARI – Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan komitmennya dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Bumi Tuntung Pandang. Hal ini dibuktikan dengan peresmian dua jembatan strategis, yakni Jembatan Damar Lima Damit dan Jembatan Sundawa, yang dipusatkan di Kecamatan Batu Ampar pada Rabu (07/01/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Rahmat menyoroti bahwa pembangunan Jembatan Damar Lima tidak sekadar mengejar fungsi konektivitas fisik. Di balik kemegahan strukturnya, terdapat visi jangka panjang untuk menyatukan potensi ekonomi dua wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai.
“Kita memahami fungsi dua wilayah yang dibatasi oleh sungai. Jembatan ini dibangun untuk memudahkan akses bagi berbagai keperluan, terutama peningkatan perekonomian masyarakat,” tegas Bupati Rahmat.
Lebih jauh, Bupati memiliki visi agar infrastruktur ini menjadi pengungkit sektor pariwisata. Dengan desain yang estetik, jembatan ini diharapkan menjadi daya tarik baru yang melengkapi destinasi wisata di sekitarnya.
“Sehingga, ia tidak hanya berfungsi sebagai jembatan, namun juga memiliki nilai tambah untuk pariwisata,” imbuhnya.
Senada dengan visi kepala daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Tala, Syakhril Hadrianadi, menjelaskan aspek teknis di balik “ikon” baru tersebut. Menurutnya, penggantian jembatan kayu ulin yang telah lapuk menjadi struktur baja pelengkung adalah langkah mutlak demi keamanan dan estetika.
“Tipe jembatan utama adalah baja pelengkung bentang 60 meter. Jembatan ini mempunyai nilai ikonik yang berkesesuaian dengan lokasi wilayah wisata Bendungan Damit,” jelas Syakhril.
Syakhril menambahkan, dengan total panjang 96 meter, jembatan ini dibangun dengan standar tinggi untuk lalu lintas angkutan dan dirancang tahan lama.
“Jembatan adalah standar yang bisa dilalui dengan lintas angkutan pada umur rencana minimal 50 tahun masa layanan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua DPRD Tala, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat yang antusias menyambut wajah baru infrastruktur desa mereka.








