Menu

Dark Mode
Antisipasi Karhutla 2026, Polres Kotabaru Gelar Apel Siaga dan Simulasi di Kelumpang Hilir Polsek Kintap Pasang Replika Mobil Patroli di Titik Rawan Kecelakaan Desa Pasir Putih Kerawanan Jalur Perairan Jadi Sorotan, Grafik Perkara Pidana di Tanah Laut Meningkat Bimtek Aparatur Desa di Banjarbaru Perkuat Pemahaman Tata Kelola Keuangan Desa Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan dalam Apel Gabungan Pemkab Tanah Laut Perkuat Sinergi, Komisi III DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Polres Tanah Laut

Kalimantan Selatan

Risiko Cedera Tinggi, Kadispora Tala Dorong Pegiat KORMI Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Avatar photobadge-check


					Ket. Kadispora Tala menyampaikan sambutan dari Bupati Tala saat acara KORMI. foto. Syaiful Perbesar

Ket. Kadispora Tala menyampaikan sambutan dari Bupati Tala saat acara KORMI. foto. Syaiful

SANAK.ID,PELAIHARI– Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, memberikan atensi khusus terhadap jaminan keselamatan para pelaku olahraga di Bumi Tuntung Pandang. Hal ini disampaikannya saat mewakili Bupati Tanah Laut membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORMI di Gedung Pramuka, Kecamatan Pelaihari, Kamis (12/2).

Di hadapan peserta musyawarah, Rudi menegaskan bahwa aktivitas olahraga tidak lepas dari potensi bahaya fisik. Oleh karena itu, perlindungan sosial menjadi hal yang mutlak diperlukan, bukan hanya bagi atlet prestasi, tetapi juga bagi pegiat olahraga rekreasi.

“Karena di dalam olahraga, di kehidupan kita itu ada risiko. Di olahraga, risiko adalah cedera,” ujar Rudi mengingatkan para peserta.

Kadispora meminta agar kepengurusan KORMI maupun Induk Organisasi Olahraga (Inorga) memandang para pelaku olahraga—baik atlet, pelatih, maupun ofisial—sebagai sebuah profesi yang berhak mendapatkan perlindungan negara.

“Saya mengimbau pada kawan-kawan semua, baik yang berada di KONI maupun di KORMI, tolong masukkan pegiat kita, kemudian juga atlet kita, di dalam BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

“Karena di situ, atlet, pelatih, official, pegiat, itu adalah sebagai profesi. Jadi ketika mau latihan, ketika dalam event, termasuk juga dalam keseharian, ketika terjadi cedera atau meninggal dunia, ini penanganannya cepat dan mudah sehingga sudah masuk dalam jaminan, yaitu di BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Rudi.

Rudi juga menceritakan pengalaman nyata di lapangan terkait perbedaan penanganan musibah antara atlet yang terdaftar BPJS dan yang tidak. Ia mencontohkan dua kasus meninggalnya atlet dari cabang olahraga Karate dan Kempo. Menurutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan serta beban organisasi.

“Yang BPJS-nya ada, ya paling tidak mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan. Tapi yang BPJS-nya tidak ada, bagimana sedihnya mereka? Kita tidak bisa untuk membantu, dari pengurus tidak bisa membantu secara maksimal karena anggarannya tidak ada,” jelasnya.

Dengan masuknya agenda penyusunan program kerja 2026–2030 dalam Muskab ini, Kadispora berharap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi prioritas utama pengurus KORMI Tanah Laut ke depan.(SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polsek Kintap Pasang Replika Mobil Patroli di Titik Rawan Kecelakaan Desa Pasir Putih

30 April 2026 - 13:21 WITA

Kerawanan Jalur Perairan Jadi Sorotan, Grafik Perkara Pidana di Tanah Laut Meningkat

29 April 2026 - 15:48 WITA

Bimtek Aparatur Desa di Banjarbaru Perkuat Pemahaman Tata Kelola Keuangan Desa

28 April 2026 - 00:32 WITA

Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan dalam Apel Gabungan Pemkab Tanah Laut

28 April 2026 - 00:02 WITA

Perkuat Sinergi, Komisi III DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Polres Tanah Laut

27 April 2026 - 19:27 WITA

Trending on Kalimantan Selatan