SANAK.ID,KOTABARU – Memasuki musim kemarau, debit air baku di sejumlah instalasi PDAM/BDM Kabupaten Kotabaru mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada pelayanan distribusi air kepada pelanggan. Selasa (04/08/2026).
H. Suriansyah, SE , MM selaku Humas PDAM Kabupaten Kotabaru menjelaskan dalam wawancaranya beberapa instalasi yang mengalami penurunan debit di antaranya Dam Gunung Ulin, Gunung Mandin, dan Gunung Perak. Wilayah layanan yang paling terdampak adalah IPA Gunung Tirawan. Sementara untuk layanan IPA Gunung Ulin diberlakukan sistem giliran guna menghemat ketersediaan debit.
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, PDAM/BDM menerapkan sistem pembagian jadwal distribusi secara giliran. Informasi jadwal disampaikan kepada pelanggan melalui media sosial resmi, siaran RSPD, pengumuman di masjid, serta koordinasi dengan perangkat daerah dan desa.
“Rotasi pengiriman air mulai kami terapkan sejak tadi malam untuk mengelola ketersediaan air. Kami juga terus melakukan penyelidikan sumber air baru di wilayah Gunung Kerawan dan Ipau Gunung Reli sebagai upaya antisipasi jangka panjang,” jelas Suriansyah.
Beberapa langkah operasional yang dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan, antara lain:
1. Optimasi Dam Sembimbingan sebagai sumber utama dengan mengalirkan air ke wilayah Gunung Sari menuju Gunung Ulin.
2. Pengerahan mobil tangki air untuk menjangkau wilayah dataran rendah dan daerah terpencil.
3. Koordinasi dengan RT untuk membantu pendistribusian air di area pelosok.
4. Pemanfaatan drum dan tangki sebagai sarana cadangan di titik-titik pelayanan.
5. Penyesuaian jadwal giliran setiap hari sesuai kondisi debit dan kebutuhan di lapangan.
Tantangan utam yang dihadapi PDAM saat ini adalah seringnya terjadi gangguan listrik yang menyebabkan pompa distribusi mati dan aliran air terhenti. Hal ini sangat mempengaruhi kelancaran penyaluran air kepada pelanggan.
Secara umum, solusi yang diterapkan berjalan secara bertahap. Namun keberlanjutan pasokan air sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik dan peningkatan kapasitas infrastruktur sumber air ke depan.
PDAM/BDM mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air dan mendukung program giliran yang diterapkan selama musim kemarau ini. (SANAK.ID/RYAN WARDANI)








