SANAK.ID, SAMARINDA – Di tengah khidmatnya suasana Ramadan di ibu kota Kalimantan Timur, geliat kepedulian ditunjukkan oleh HMI Komisariat Ahmad Dahlan.
Mereka menyambangi Sekolah Rimba yang berlokasi di Jl. Lapandewa Kampung Buton, Sempaja Utara, Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, pada Minggu (1/03/2026), melalui agenda bakti sosial bertajuk “Ramadhan Penuh Kasih Menguatkan Mimpi Anak Rimba”.
Kehadiran para aktivis mahasiswa ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah aksi nyata untuk memangkas jarak ketimpangan pendidikan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses formal.
HMI hadir membawa misi besar memastikan bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, tetap memiliki hak untuk bermimpi setinggi langit.
Ketua Umum HMI Komisariat Ahmad Dahlan, Nabil Fadilah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam mengawal keberlangsungan pendidikan bagi generasi penerus di Sekolah Rimba.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan semangat belajar anak-anak didik Sekolah Rimba serta memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Selain menyebarkan energi positif dan motivasi, HMI juga menyalurkan berbagai bantuan material yang dirancang khusus untuk mendukung kelancaran proses belajar-mengajar di sana.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi penopang bagi operasional sekolah agar tetap eksis mencetak generasi tangguh dari balik rimbunnya Kampung Buton.
Gerakan sosial ini merupakan bagian dari komitmen panjang HMI dalam mewujudkan tujuan organisasi, yakni membina insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
Namun, semangat mahasiswa tentu perlu didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat. Melalui momentum ini, terselip harapan besar agar pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih, mulai dari fasilitas pembangunan gedung hingga sarana pendukung lainnya.
Sebab, masa depan anak-anak di Sekolah Rimba adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sentuhan tangan dingin dari para pemangku kebijakan.(SANAK.ID/ALI)










