SANAK.ID, PELAIHARI – Ikatan Penulis Tanah Laut (IPTL) resmi tancap gas menyusun strategi besar untuk menghidupkan geliat literasi di Bumi Tuntung Pandang lewat rapat kerja perdana tahun ini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Tanah Laut, Selasa (20/01/2026).
Langkah IPTL kali ini terbilang ambisius. Tidak hanya sekadar berkumpul, komunitas penulis ini menargetkan produksi karya yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga guru, melalui penerbitan buku tematik yang terstruktur sepanjang tahun 2026.
Menariknya, IPTL tidak ingin terjebak dalam pola penulisan konvensional. Selain menyiapkan tema musiman seperti Ramadan dan Hari Buku Nasional, mereka bakal mengeksplorasi potensi wisata lokal dengan menggandeng para fotografer Tanah Laut.
tulisan-tulisan anggota IPTL nantinya tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan akan dipentaskan oleh Sanggar Lestari Untung Pandang.
Langkah ini dinilai sebagai cara segar agar literasi bisa dinikmati sebagai seni pertunjukan yang lebih luas.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah. Kehadiran Kepala Dispusip Tanah Laut, Safarin, dalam rapat tersebut memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius memberikan ruang bagi para penulis lokal.
Hal ini diakui langsung oleh Ketua IPTL, Taufik Nory ang merasa sangat terbantu dengan fasilitas dan dukungan kebijakan yang diberikan.
“Saya sebagai Ketua IPTL sangat menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan dan support dari Kepala Dispusip yang selalu memfasilitasi IPTL dalam berkegiatan,” ujar Taufik Nor saat menyampaikan Ke media.
Untuk memastikan eksistensi IPTL tidak “tertidur”, strategi promosi agresif melalui radio, podcast, dan media sosial akan digalakkan.
Harapannya, masyarakat luas tidak hanya mengenal IPTL sebagai nama organisasi, tetapi sebagai wadah produktif bagi talenta kreatif daerah.
“Terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut atas dukungan terhadap penyusunan rencana program dan anggaran untuk satu tahun ke depan ini,” tambah Taufik menutup pembicaraan.(SANAK.ID/ALI)










