SANAK.ID ,PELAIHARI – Menanggapi aksi damai yang digelar oleh Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) terkait kegelisahan masyarakat atas maraknya pemadaman listrik, Manajer PLN ULP Pelaihari, Hudaiby Hibban, memberikan keterangan usai audiensi di Gedung DPRD Tanah Laut (Tala) pada pukul 10.00 WITA.
Dalam sesi wawancara bersama awak media, Hudaiby menjelaskan penyebab utama gangguan sistem kelistrikan hingga estimasi waktu pemulihan secara menyeluruh.
Hudaiby mengonfirmasi bahwa kendala teknis terjadi secara bersamaan di tiga titik pembangkit utama yang menopang sistem kelistrikan.
“Berkaitan dengan gangguan ya, gangguan pembangkit, ya memang sangat disayangkan terjadi bersamaan ketiga-tiganya. Sebenarnya kalau kejadian gangguannya mungkin salah satu aja ya, gangguan itu hanya satu pembangkit, sistem insyaallah masih bisa berjalan normal,” ujar Hudaiby.
Ia membeberkan rincian tiga kendala pada pembangkit tersebut:
1. PLTU Asam-Asam,Gangguan pada generator.
2. Pembangkit Swasta di Gunung Mas,Gangguan pada boiler.
3. IPP Tanjung, Kerusakan pada bagian turbin.
Mengenai langkah tindak lanjut dan pengawalan perbaikan, Hudaiby menegaskan pihak ULP Pelaihari terus berkoordinasi secara berjenjang dengan unit di atasnya.
“Untuk pengawalan perbaikan pembangkitan, tentunya kami akan berkoordinasi terus dengan PLN UP3 Banjarmasin dan Unit Induk Wilayah Kalselteng meminta informasi update berkaitan dengan progres perbaikan pembangkitan,” tuturnya.
Alasan Sejumlah Wilayah Tidak Mengalami Pemadaman, Menjawab pertanyaan media mengenai adanya beberapa titik wilayah yang tidak terkena dampak pemadaman giliran, Hudaiby menjelaskan bahwa hal tersebut berhubungan dengan perlindungan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).
“Memang ada beberapa jalur tertentu yang kami diinstruksikan tidak boleh dilakukan, tidak boleh diliskan dalam jalur yang dipadamkan. Tentunya jalur ini merupakan jalur faskes Pak ya. Faskes di antaranya rumah sakit. Kalau di Tanah Laut kebetulan di daerah kami PLN Pelaihari ada tiga, yaitu di RSUD Boejasin, RS BCM, dan juga RSUD Dahlan Ismail ,” terangnya.
Pihak PLN menargetkan penurunan pemadaman secara bertahap dalam waktu dekat, serta pemulihan total sistem pada akhir bulan Agustus.
“Estimasi tanggal 25 Agustus sudah normal secara sistem. Tapi kalau secara tidak terjadi pemadaman, kami upayakan 6 Agustus,” kata Hudaiby.
Harapannya kedepan tanggal 25 Agustus semuanya sistem normal, sehingga harapannya tidak terjadi lagi pemadaman yang dirasakan. (SANAK.ID/SYAIFUL)









