SANAK.ID, PELAIHARI — Kondisi kesehatan bayi perempuan yang sempat menggemparkan warga Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), terus menunjukkan perkembangan positif. Bayi yang ditemukan di bawah Jembatan Pabahanan tersebut kini tumbuh sehat, aktif, dan mengalami peningkatan berat badan selama menjalani perawatan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru.
Berdasarkan pemantauan medis dan perawatan intensif petugas panti hingga Selasa (21/7/2026), bayi malang tersebut mampu beradaptasi dengan sangat baik serta mengonsumsi asupan nutrisi secara optimal.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Supinal Anwar, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi fisik bayi sangat stabil, aktif, dan responsif.
“Bayi dalam kondisi sehat dan tampak normal. Keadaan umum baik, aktif, serta responsif. Bayi menyusu dengan baik, nafsu minum susu juga baik, dan tidak ditemukan keluhan selama pemantauan. Perkembangan bayi sesuai dengan usianya,” kata Supinal.
Indikator kesehatan bayi juga terlihat jelas dari hasil penimbangan berat badan secara berkala selama berada di panti rehabilitasi sosial tersebut.
“Hasil pemantauan berat badan menunjukkan adanya peningkatan. Berat badan saat masuk pada tanggal 15 Juli 2026 adalah 2,6 kg, dan pada pemeriksaan hari ini, tanggal 20 Juli 2026, berat badan menjadi 2,7 kg, sehingga terdapat kenaikan berat badan sebesar 0,1 kg (100 gram). Hal ini menunjukkan pertumbuhan berat badan yang baik selama masa pemantauan,” jelas Supinal.
Ia menambahkan, informasi perkembangan terbaru ini didapatkan langsung dari laporan pihak pengelola panti penampungan.
“Itu kemarin sore Laporan dari panti pprsar mulia satria pak,” tambahnya.
Kendati tumbuh kembang sang bayi terus membaik, hingga saat ini belum ada pihak keluarga maupun orang tua kandung yang datang untuk mengakuinya.
“Setelah di umumkan tgl 15 kemarin sampai hari ini orang tua si bayi belum ada yg mengaku dan melapor,” ungkap Supinal.
Saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut terus menjalankan proses legalitas formal serta perlindungan anak sesuai regulasi hukum yang berlaku. Di saat bersamaan, aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan guna mengusut tuntas identitas pelaku yang tega membuang bayi tersebut. (SANAK.ID/SYAIFUL)










