SANAK.ID, Pelaihari – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Laut menggelar acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Rabu (1/7).
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, serta elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tanah Laut.
Acara yang berlangsung sederhana namun khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, unsur Forkopimda, Wakapolres, para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, serta Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut Ny. Melda Ricky Boy beserta pengurus.
Hadir pula para sesepuh dan purnawirawan Polri, kepala perangkat daerah, tokoh agama, adat, dan masyarakat, hingga pimpinan perbankan, perusahaan, serta perguruan tinggi setempat.
Suasana keakraban antar-instansi terlihat saat Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan beserta jajaran memberikan kejutan berupa kue ucapan Hari Bhayangkara ke-80 kepada Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan. Momen ini menjadi simbol eratnya soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut. Potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada personel Polres Tanah Laut tertua dan termuda sebagai simbol penghormatan dedikasi sekaligus estafet pengabdian antargenerasi.
Selain syukuran, acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti peresmian Polsubsektor Asam-Asam Polsek Jorong Polres Tanah Laut. Langkah ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepolisian dan meningkatkan efektivitas pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum Polres Tanah Laut.
Kemeriahan acara ditutup dengan penampilan seni budaya khas Banua berupa Madihin yang dibawakan oleh personel Polres, serta persembahan tarian adat dari pengurus Bhayangkari Cabang Tanah Laut.
Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi pengabdian Polri sekaligus penanda arah masa depan institusi.
Menurutnya, Polri saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, kejahatan lintas negara, perubahan pola ancaman keamanan, hingga tingginya ekspektasi publik. Untuk itu, Polri dituntut terus beradaptasi, profesional, serta menghadirkan pelayanan yang Presisi, humanis, dan berintegritas.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Forkopimda, pemangku kepentingan, mitra strategis, serta seluruh elemen masyarakat atas kolaborasi yang berjalan baik selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, mitra strategis, dan seluruh elemen masyarakat atas segala bentuk dukungan serta kolaborasi yang telah terjalin. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan bersama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat ketahanan sosial, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tanah Laut,” ungkap Kapolres.
Mengakhiri sambutannya, Kapolres mengajak seluruh jajaran untuk meneguhkan komitmen bahwa Polri bukan hanya tentang kewenangan melainkan tentang pelayanan, kepercayaan masyarakat, serta pembangunan masa depan yang lebih baik.
Lewat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” Polres Tanah Laut berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi memberikan pelayanan terbaik dan mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. (SANAK.ID/SYAIFUL)








