Menu ✖

Dark Mode
Gerak Cepat Tim Macan Bamega Ringkus Perampok Kios di Semayap Kotabaru, Pelaku Ternyata Satpam Soal Sengketa Lahan Goa Lowo, ARUN Bawa Sejumlah Tuntutan ke Kantor Bupati Kotabaru Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Festival Layang-Layang Nasional 2026 Digelar, Bupati Tala Targetkan Masuk Agenda UNESCO Wabup Zazuli Buka Pemuda Cup III, Diikuti 32 Tim Voli Antardesa se-Tanah Laut Advokat Hafidz Halim Penuhi Panggilan Sat Reskrim Polres Kotabaru, Sebagai Saksi Laporan Perlindungan Data Pribadi

Headline

Produksi Tembus 90 Ribu Ton, Kadis Pertanian Kalsel Ungkap Kunci Sukses Tanah Laut Jadi Sentra Jagung

Avatar photobadge-check


					Kepala Dinas Pertanian Kalsel - Syamsir Rahman saat memberikan keterangan dalam acara Pencanangan Kabupaten Tanah Laut Sebagai Sentra Jagung Kalimantan Selatan. (SANAK.ID/SYAIFUL) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Kalsel - Syamsir Rahman saat memberikan keterangan dalam acara Pencanangan Kabupaten Tanah Laut Sebagai Sentra Jagung Kalimantan Selatan. (SANAK.ID/SYAIFUL)

SANAK.ID,BATI-BATI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi menetapkan Kabupaten Tanah Laut sebagai Sentra Jagung Provinsi Kalimantan Selatan. Acara pencanangan tersebut berlangsung pada hari ini, Senin (29/6/2026), bertempat di Jalan Raya Imbang, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-bati.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Ketua DPRD beserta unsur Forkopimda Kalsel, serta Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto. Hadir pula para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan instansi vertikal di Kalimantan Selatan.

Dalam sesi wawancara dengan rekan media, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengungkapkan bahwa momentum pencanangan ini merupakan landasan operasional bagi seluruh pihak dalam memajukan komoditas jagung guna meningkatkan kesejahteraan para petani daerah.

“Dengan adanya pencanangan ini menjadi pijakan, menjadi landasan untuk kita bekerja. Petani sudah oke, kemudian offtaker-nya ada di koperasi, ada di mana pun. Acuan utama landasannya adalah SK Gubernur rafaksi harga tadi. Semoga lebih bermanfaat,” ujar Syamsir.

Berdasarkan data performa yang dipaparkan, produksi jagung di Kalimantan Selatan menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir Desember 2025, total produksi jagung di Kalsel berhasil menembus angka 155.000 ton. Pencapaian ini menempatkan Kalsel di peringkat kedua di wilayah regional Kalimantan, tepat di bawah Kalimantan Barat yang mencatat produksi sekitar 175.000 ton.

Syamsir optimis, jaminan harga komoditas menjadi kunci utama bagi Kalimantan Selatan untuk mampu melampaui pencapaian provinsi tetangga tersebut dan terus menaikkan peringkat ke posisi teratas.

 “Ini kuncinya, petani nanam, jaminan untuk mereka bisa menanam jagung tapi dibeli dengan harga yang memadai. Nah, ini kuncinya. Saya yakin nanti kita akan bisa melampaui lagi,” tegas Syamsir.

Untuk tahun berjalan 2026 sendiri, per bulan Juni, angka produksi jagung di Kalimantan Selatan tercatat telah menyentuh angka 90.000 ton.

Guna memastikan hasil panen terserap secara optimal, pemerintah mendorong penguatan kerja sama intensif dengan pihak swasta, termasuk perusahaan pakan ternak seperti PT Japfa Comfeed dan korporasi lainnya. Jika kebutuhan internal industri di Tanah Laut telah terpenuhi, surplus produksi akan didistribusikan ke provinsi tetangga yang masih mengalami kekurangan pasokan, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Hingga saat ini, terdapat lima daerah sentra utama yang menjadi penopang produksi jagung terbesar di Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Banjar.

Melalui program diversifikasi komoditas ini, pemerintah mengimbau para petani untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman seperti padi saja. Kehadiran komoditas alternatif seperti jagung dan ubi kayu diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polres Tanah Laut Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Intan 2026, Komitmen Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

26 October 2026 - 21:35 WITA

Polres Tanah Laut Masuk Top 5 Kompolnas Awards 2026 Kategori Kelompok A

18 September 2026 - 13:20 WITA

Komitmen Pembangunan Infrastruktur: Bupati Tanah Laut Realisasikan Jalan Poros, Internet, hingga Bidan Desa di Salaman

8 September 2026 - 12:37 WITA

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Pemkab Tala Gelar Komitmen Bersama Program Inkubasi IKM

31 August 2026 - 18:05 WITA

Indocement Gelar Media Gathering Ke-2 Tahun 2026: Fokus Pada Capacity Building dan Pemberdayaan Komunitas

26 August 2026 - 04:15 WITA

Trending on Headline