Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Kalimantan Selatan

Asah Daya Kritis, 150 Mahasiswa Politala Dikawal Salurkan Aspirasi Lewat Jalur Resmi

Avatar photobadge-check


					sosialisasikan SP4N Lapor, RAZALAKAS 112, dan RAZAWALI untuk aduan fasilitas publik resmi. (Sanak.ID/Ist) Perbesar

sosialisasikan SP4N Lapor, RAZALAKAS 112, dan RAZAWALI untuk aduan fasilitas publik resmi. (Sanak.ID/Ist)

SANAK.ID, Pelaihari – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) pada Selasa (19/05/2026), saat Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) Kabupaten Tanah Laut menggelar program Sosialisasi Lapor Goes to Campus. Di hadapan 150 mahasiswa, Wakil Direktur Politala, Rina Pebriana, S.E., M.Comm., memberikan pesan mendalam agar mahasiswa menjadi motor penggerak yang bijak digital. Beliau berpesan, “Jadilah generasi yang kritis namun tetap santun, aktif namun tetap bijaksana, serta peduli terhadap lingkungan sosial di sekitar.”

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfostasan Tala, Rika Amalia, S.STP., M.Si., bersama tim Bidang Komunikasi dan E-Government ini, menegaskan pentingnya keterbukaan di era digital. Pemerintah kini menuntut tata kelola yang adaptif, transparan, dan responsif.

“Pelayanan publik yang baik tidak lagi searah dari pemerintah ke masyarakat, melainkan dua arah. Pemerintah butuh mendengar dan masyarakat punya hak untuk bersuara,” tegas Rika.

Melalui ruang diskusi ini, diperkenalkan tiga kanal pelayanan andalan: platform nasional SP4N Lapor yang menjamin kerahasiaan pelapor, panggilan darurat bebas pulsa RAZALAKAS 112, serta inovasi lokal RAZAWALI via radio Tuntung Pandang 102,3 FM. Kehadiran kanal-kanal ini terbukti efektif dalam menyerap aspirasi warga.

“Alhamdulillah, respons masyarakat cukup banyak. Aduan terbanyak biasanya terkait pupuk, jalan rusak, jembatan rusak, dan lain-lain,” ungkap Rika Amalia.

Di akhir penjelasannya, Rika menggarisbawahi mengapa daya kritis mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai social control bagi pembangunan daerah.

“Mahasiswa adalah social control. Mahasiswa memiliki daya kritis yang tajam, idealism yang murni, dan penguasaan teknologi. Kampus bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan laboratorium peradaban di mana solusi-solusi untuk daerah itu dilahirkan,” ujarnya.

Ia pun menutup sosialisasi dengan ajakan persuasif agar mahasiswa tidak hanya mengeluh tanpa arah di media sosial, melainkan berani melapor lewat jalur resmi demi perubahan yang nyata.

“Jika melihat jalan rusak, fasilitas publik yang terbengkalai, atau pelayanan birokrasi yang berbelit, jangan hanya dijadikan konten. Gunakan SP4N Lapor, Razawali, atau Razalakas untuk menyampaikan laporan secara resmi dan tepat sasaran,” ajaknya . (SANAK.ID/SYAIFUL)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar

16 September 2026 - 15:41 WITA

Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar

15 September 2026 - 12:36 WITA

Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

11 September 2026 - 16:03 WITA

Rangkaian Persiapan Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berlangsung Kondusif

10 September 2026 - 23:23 WITA

KBM Politala Bergerak Peduli Karhutla, Salurkan Ribuan Masker dan Bantuan Kesehatan ke Puskesmas

8 September 2026 - 10:15 WITA

Trending on Kalimantan Selatan