SANAK.ID,PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi meningkatkan status kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul rilis data BMKG yang memprediksi awal kemarau tahun ini akan tiba lebih cepat dengan kondisi yang lebih ekstrem dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan pantauan per Jumat (17/4/2026), wilayah yang dijuluki Bumi Tuntung Pandang ini diprakirakan akan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang. Kondisi ini memicu alarm kewaspadaan pada sektor ketahanan pangan, ketersediaan sumber daya air, hingga risiko tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menegaskan bahwa fenomena iklim tahun ini memerlukan perhatian khusus. Menurutnya, karakteristik kemarau 2026 yang lebih kering menuntut langkah mitigasi yang lebih masif sejak dini.
“Musim Kemarau tahun 2026 ini datang lebih cepat, lebih kering, dan berdurasi panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah antisipasi yang nyata,” ujar Aspi dalam keterangan resminya.
Perkuat Relawan di 11 Kecamatan
Sebagai upaya teknis di lapangan, BPBD Tanah Laut kini memprioritaskan penguatan personel dan pemetaan titik-titik rawan bencana. Strategi utama yang diusung adalah pemberdayaan masyarakat lokal melalui pembentukan satuan tugas di tingkat akar rumput.
Adapun langkah strategis yang akan segera dilaksanakan meliputi Pembentukan Relawan Kebencanaan, Percepatan Desa Tangguh Bencana (Destana),Pemantauan Intensif. (SANAK.ID/SYAIFUL)










