Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Kalimantan Selatan

Melalui Apel Gabungan, DKPP Tanah Laut Bahas Ketahanan Pangan dan Nelayan

badge-check


					Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist Perbesar

Ket.Kepala DKPP Tanah Laut M. Kusri saat memberikan amanat terkait ketahanan pangan dan sektor perikanan pada apel gabungan di Pelaihari. Foto.Ist

SANAK.ID, Pelaihari – Isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut, M. Kusri, saat memberikan amanat kepada peserta apel. Senin (20/04/2026).

Ia menekankan bahwa konsep ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bahan pangan, melainkan juga mencakup bagaimana pangan tersebut dapat didistribusikan secara merata, mudah diakses oleh masyarakat, terjangkau dari sisi harga, serta aman untuk dikonsumsi.

“Ketahanan pangan memastikan seluruh masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, M. Kusri juga memaparkan perbedaan peran antara instansi yang menangani sektor pangan. Menurutnya, dinas yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura lebih berorientasi pada produksi sebagai sektor hulu, sementara DKPP berperan dalam memastikan hasil tersebut sampai ke masyarakat sebagai bagian dari sektor hilir.

Tak hanya itu, DKPP juga berperan dalam pengelolaan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Pembinaan nelayan hingga penguatan pemasaran hasil perikanan menjadi bagian dari tugas tersebut. Dengan garis pantai Tanah Laut yang mencapai sekitar 175 kilometer, sektor perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi layanan bertajuk SIAP MELAUT (Selesaikan Izin Administrasi Pelayaran, Melaut Legal, Aman untuk Usaha Tangkap) yang telah diluncurkan pada 1 April 2026. Inovasi ini merupakan bentuk integrasi layanan publik lintas sektor guna mempermudah masyarakat, khususnya nelayan.

Melalui program tersebut, berbagai layanan dihimpun dalam satu sistem, mulai dari pengurusan perizinan kapal dan usaha perikanan, keselamatan pelayaran, akses BBM bersubsidi, informasi cuaca, peningkatan kapasitas nelayan, hingga perlindungan sosial.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para nelayan dapat menjalankan aktivitas melaut secara legal, aman, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. (SANAK.ID/ARIYANI).

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar

16 September 2026 - 15:41 WITA

Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar

15 September 2026 - 12:36 WITA

Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

11 September 2026 - 16:03 WITA

Rangkaian Persiapan Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berlangsung Kondusif

10 September 2026 - 23:23 WITA

KBM Politala Bergerak Peduli Karhutla, Salurkan Ribuan Masker dan Bantuan Kesehatan ke Puskesmas

8 September 2026 - 10:15 WITA

Trending on Kalimantan Selatan