SANAK.ID,Kotabaru- Kepolisian Resor (Polres) Kotabaru melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Jalan Berangas Km 7, Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Jagung Serentak (Gerkam) nasional untuk mendukung program swasembada pangan tahun 2026.
Suasana di lokasi penanaman tampak sibuk namun terorganisir. Sebuah traktor besar jenis Jonder Arbos TR3504 terlihat bersiaga di pinggir lahan, menjadi simbol modernisasi pertanian yang kini merambah ke desa-desa di Kotabaru. Lahan seluas satu hektare milik Ahmad Jayadi yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Tamputuk Jaya menjadi titik awal realisasi dari total target lima hektare lahan yang disiapkan di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara.
Kegiatan dimulai dengan penyerahan bibit jagung secara simbolis. Butiran benih jagung pipil hibrida merek Syngenta berpindah tangan dari para pejabat kepada anggota kelompok tani. Tak berselang lama, Wakapolres Kotabaru KOMPOL Andi Ahmad Bustanil, S.I.K., M.H., bersama Pasiter Kodim 1004 Kotabaru KAPTEN INF Damuri dan sejumlah tokoh penting lainnya, melangkah masuk ke area tanam.
Dengan cangkul dan alat tanam di tangan, para personel Polri dan TNI ini berbaur dengan petani, memasukkan benih ke dalam lubang-lubang tanah yang telah disiapkan. Tanah yang diolah pun telah diperkaya dengan paduan pupuk Mutiara/NPK, Urea, dan TSP guna menjamin asupan nutrisi tanaman sejak fase awal pertumbuhan.
Di tengah hamparan hijau Desa Sarang Tiung, sebuah layar perangkat elektronik menampilkan sambungan Zoom. Melalui layar tersebut, jajaran Polres Kotabaru memantau sekaligus mengikuti rangkaian Penanaman Jagung Serentak secara nasional. Kehadiran Sekretaris Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru, perwakilan Bulog, hingga perangkat desa menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektoral yang solid.
Gerakan Tanam Jagung Serentak (Gerkam) ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya strategis untuk memastikan lahan pasca-panen tahun 2025 tidak terbengkalai. Dengan memanfaatkan sisa kesuburan tanah dan mengoptimalkan masa tanam Kuartal I, Kabupaten Kotabaru berupaya tetap produktif demi tercapainya kedaulatan pangan berkelanjutan.(SANAK.ID/RYAN WARDANI)










