Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Kota Baru

DKPP Kotabaru Kebut Bantuan Ternak, Targetkan Tuntas 100 Persen pada Desember 2026

Avatar photobadge-check


					Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kotabaru, saat memberikan keterangan terkait target bantuan ternak 2026. (SANAK.ID/RYAN WARDANI) Perbesar

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kotabaru, saat memberikan keterangan terkait target bantuan ternak 2026. (SANAK.ID/RYAN WARDANI)

SANAK.ID,KOTABARU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru menargetkan seluruh kegiatan fisik serta penyaluran bantuan kepada kelompok ternak dapat terealisasi 100 persen pada Desember 2026.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan DKPP Kotabaru, drh. Teguh Arief Rahman, menyatakan optimismenya bahwa seluruh program di semester kedua ini dapat tuntas tepat waktu.

“Target kami di semester dua ini semua kegiatan fisik 100 persen terlaksana dan bantuan diterima langsung oleh kelompok tani,” ujar Teguh saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).

 

Distribusi Bantuan dan Pengadaan Ternak

Bantuan yang disalurkan mencakup komoditas ayam, itik, sapi, kambing, hingga pakan. Kontrak pengadaan dengan penyedia ditargetkan rampung bertahap mulai Oktober hingga Desember 2026. Sebagian bantuan telah terealisasi, sementara sisanya dijadwalkan mulai didistribusikan (dropping) pada akhir Agustus.

Teguh menjelaskan, proses pengadaan membutuhkan waktu karena ternak didatangkan dari luar kabupaten sehingga harus memenuhi prosedur ketat, mulai dari syarat lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga uji laboratorium.

Selain bantuan ternak, DKPP Kotabaru juga tengah menyiapkan lahan untuk program pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Di samping penyaluran bantuan, pelayanan dasar peternakan seperti vaksinasi dan Optimalisasi Reproduksi/Inseminasi Buatan (IB) terus berjalan. Saat ini, distribusi obat dan vaksin difokuskan untuk mengantisipasi penyakit Jembrana.

Untuk peningkatan populasi, DKPP Kotabaru kembali mengadakan semen beku sexing hasil kerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Teknologi ini memiliki tingkat akurasi kelahiran jenis kelamin jantan atau betina hingga 75 persen.

Meski populasi ternak menunjukkan tren positif, Teguh mengakui Kotabaru belum mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging dan telur lokal. Pasokan pasar saat ini masih bergantung pada daerah tetangga, seperti Kabupaten Tanah Laut.

Tingginya biaya operasional pakan serta keterbatasan modal menjadi kendala utama warga dalam memulai usaha ayam petelur. Di sisi lain, untuk komoditas sapi potong, kendala bersumber pada ketersediaan stok sapi siap potong di tingkat peternak.

“Kebutuhan pemotongan di Pasar Kemakmuran rata-rata tiga ekor per hari. Namun, sapi jantan di masyarakat mayoritas masih dalam tahap pembibitan dan baru dijual saat peternak terdesak kebutuhan,” jelasnya.

Pengawasan Keamanan Pangan dan Hilirisasi

Menyokong program Kabupaten/Kota Aman Pangan, Disnak Kotabaru rutin menggelar uji sampel pada produk pangan asal hewan, seperti daging segar, bakso, hingga produk olahan di toko frozen food.

Terkait hilirisasi produk, potensi lokal yang telah berjalan resmi baru sebatas pengolahan telur asin dan susu segar kemasan. Adapun produk olahan daging seperti abon belum masuk dalam data resmi dinas.

Hingga kini, Disnak Kotabaru belum memiliki program khusus yang menyasar peternak milenial. Data dinas menunjukkan mayoritas pengelola ternak di Kotabaru saat ini berusia di atas 40 tahun.

Teguh berharap bantuan stimulus dari pemerintah daerah dapat mendorong kelompok tani perdesaan untuk terus berkembang. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan skala usaha peternak, misalnya dari kepemilikan 5 ekor menjadi 20 hingga 30 ekor.

“Kami berharap seluruh program prioritas, termasuk Pengembangan Kawasan Ternak Terpadu Tahap I, dapat rampung secara fisik pada akhir tahun ini,” pungkasnya.  (SANAK.ID/RYAN WARDANI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa

14 September 2026 - 13:02 WITA

Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru

14 September 2026 - 12:50 WITA

PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang

14 September 2026 - 06:06 WITA

Polsek Pulau Sembilan Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkades 2026 Jalur Laut

9 September 2026 - 17:08 WITA

Empat Pejabat Utama Polres Kotabaru Berganti, Kapolres Tekankan Integritas dan Kesiagaan Karhutla

4 September 2026 - 15:53 WITA

Trending on Kota Baru