Menu

Dark Mode
Cegah Kekerasan Seksual Anak, Tilik Rahayu Hadirkan Survei Rahasia Dalam Edukasi di SDN Binderang Aksi Sosial RTH Kijang Mas Bersama Bupati Rahmat, Muncul Sosok Haji Iyan membersamai acara tema Gelar Gerakan Langit biru Indonesia Pemkab Tanah Laut Gelar Lomba Masak Serba Ikan 2026 untuk Dorong Konsumsi Ikan dan Cegah Stunting Rapat Koordinasi JKN, Pemkab Tanah Laut Tegaskan Komitmen Jaga Pelayanan Kesehatan Bupati Tanah Laut Tinjau Program Bedah Rumah dan Fasilitas Sekolah, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Pelantikan Direktur PT Air Minum Berkah Banua, Bupati Tekankan Inovasi dan Peningkatan Pelayanan

Food & Travel

Menikmati Pesona Sunset dan ‘Golden Moment’ di Bukit Lebak Naga

Avatar photobadge-check


					Suasana dipuncak bukit lembak naga, Kec. panyipatan. (Dok.Pribadi/@syaifulbiru) Perbesar

Suasana dipuncak bukit lembak naga, Kec. panyipatan. (Dok.Pribadi/@syaifulbiru)

Oleh : Jurnalis – M.Syaifullah

TANAH LAUT – Kabupaten Tanah Laut kembali menyuguhkan destinasi wisata alam yang memukau bagi para pecinta ketinggian. Salah satunya adalah Bukit Lebak Naga, sebuah objek wisata alam yang terletak di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan. Menawarkan jalur pendakian yang menantang dan pemandangan yang eksotis, bukit ini mulai menjadi magnet baru bagi para wisatawan lokal.

Fasilitas dan Registrasi yang Terjangkau

ada Minggu (5/7), sejumlah pendaki mulai memadati area parkir yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat sejak pukul 15.00 WITA. Sebelum memulai perjalanan, setiap pengunjung diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu dengan mengisi data diri seperti nama, nomor telepon, dan alamat.

Biaya masuk yang dikenakan pun sangat ramah di kantong. Untuk dua orang pendaki dengan satu kendaraan, tarif yang dipatok hanya sekitar Rp40.000 (atau berkisar Rp20.000 per orang), sudah termasuk biaya parkir dan fasilitas penunjang lainnya.

Setelah registrasi, petualangan dimulai tidak dengan berjalan kaki, melainkan menaiki mobil pikap angkutan yang disediakan pengelola. Dalam waktu sekitar 5 menit,  pikap ini mengantarkan para pendaki menyusuri area hutan menuju titik awal pendakian, di mana terdapat sebuah warung sederhana yang menjual makanan ringan dan minuman.

 

Jalur Menantang di Tengah Kebun Karet dan Sawit

Awal trek pendakian disambut dengan gapura bertuliskan “Selamat mendaki Bukit Lebak Naga”. Dari titik ini, pendaki akan disuguhkan pemandangan asri berupa perkebunan karet dan sawit milik warga setempat. Jalur pendakian di bukit ini terbilang cukup ramah namun tetap membutuhkan kehati-hatian. Dengan kemiringan tanah landai yang berkisar hingga 45°, pendaki disarankan untuk menggunakan pakaian yang nyaman (tidak ketat) serta memanfaatkan tali rambatan yang telah disediakan di sepanjang jalur.

Kondisi jalur tanah pada akhir pekan kemarin terpantau sangat stabil tidak berdebu dan tidak becek karena cuaca yang cerah. Sepanjang perjalanan ke atas, pengelola juga menyediakan pos-pos peristirahatan sederhana yang terbuat dari kayu untuk tempat melepas lelah.

 

‘Pohon Kembar’ dan Puncak Ilalang yang Memukau

Sebelum mencapai puncak tertinggi, pendaki akan melewati Pos 1 dan Pos 2. Salah satu spot ikonik yang mencuri perhatian di tengah jalur adalah kawasan “Pohon Kembar”. Di titik ini, ketinggian mulai terasa diiringi tiupan angin sepoi-sepoi yang sejuk, menjadikannya latar belakang foto yang sangat diminati.

Mendekati puncak, pemandangan berganti menjadi hamparan rumput ilalang hijau yang luas dan pepohonan rindang. Di sinilah letak pesona utama Bukit Lembak Naga. Bagi wisatawan yang beruntung melakukan pendakian di sore hari, mereka dapat menyaksikan langsung panorama sunset (matahari terbenam) yang indah. Perpaduan langit jingga dan hamparan bukit hijau ini kerap disebut sebagai golden moment yang tak boleh dilewatkan.

Golden Moment-pesona sunset emas di puncak bukit lebak naga tanah laut. (Dok.Pribadi)

Potensi Wisata yang Menjanjikan

Di area puncak, kebersihan dan kenyamanan sangat terjaga. Bahkan, beberapa orang/komunitas  mengabadikan moment dokumentasi melalui udara menggunakan drone bagi para pendaki yang ingin mengabadikan momen mereka dari ketinggian ini.

Setelah puas menikmati suasana puncak, para pendaki biasanya mulai turun sekitar pukul 17.30 WITA agar tidak kemalaman, mengingat jalur turunan yang cukup miring. Sesampainya di pos awal (warung sederhana), wisatawan kembali disambut hangat oleh warga sebelum diantar kembali menggunakan mobil pikap menuju tempat parkir utama.

Dengan pengelolaan berbasis masyarakat yang ramah dan potensi alam yang luar biasa, Bukit Lembak Naga layak masuk dalam daftar destinasi akhir pekan Anda di Tanah Laut.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *