Menu

Dark Mode
Cegah Kekerasan Seksual Anak, Tilik Rahayu Hadirkan Survei Rahasia Dalam Edukasi di SDN Binderang Aksi Sosial RTH Kijang Mas Bersama Bupati Rahmat, Muncul Sosok Haji Iyan membersamai acara tema Gelar Gerakan Langit biru Indonesia Pemkab Tanah Laut Gelar Lomba Masak Serba Ikan 2026 untuk Dorong Konsumsi Ikan dan Cegah Stunting Rapat Koordinasi JKN, Pemkab Tanah Laut Tegaskan Komitmen Jaga Pelayanan Kesehatan Bupati Tanah Laut Tinjau Program Bedah Rumah dan Fasilitas Sekolah, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Pelantikan Direktur PT Air Minum Berkah Banua, Bupati Tekankan Inovasi dan Peningkatan Pelayanan

Teknologi

Dosen Politala Raih Gelar Doktor di IPB, Teliti Sorgum untuk Lahan Bekas Tambang

Avatar photobadge-check


					Dr. Anton Kuswoyo (tengah) berfoto bersama jajaran komisi sidang dan penguji, termasuk Direktur Politala Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S. , usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Peternakan IPB University, Bogor, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Pribadi) Perbesar

Dr. Anton Kuswoyo (tengah) berfoto bersama jajaran komisi sidang dan penguji, termasuk Direktur Politala Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S. , usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Peternakan IPB University, Bogor, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

SANAK. ID – Dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Anton Kuswoyo, resmi meraih gelar Doktor pada bidang Ilmu Nutrisi dan Pakan, IPB University. Gelar akademik tertinggi tersebut berhasil diraih usai dirinya mempertahankan hasil penelitian disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Peternakan IPB, Selasa (30/6/2026).

Riset doktoral Anton berfokus pada pemanfaatan tanaman sorgum sebagai solusi pemulihan lahan marginal pascatambang batubara agar dapat kembali produktif dan bernilai ekonomi. Penelitian disertasi ini dilaksanakan langsung di lahan reklamasi pascatambang batubara PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Ketekunan Anton dalam meneliti sorgum sejak tahun 2023 ini berangkat dari kondisi nyata di Kalimantan Selatan yang memiliki banyak lahan pascatambang batubara yang selama ini dikenal rusak dan sulit dimanfaatkan.

“Lahan seperti ini umumnya dikenal kering, masam, miskin unsur hara, dan sulit dimanfaatkan untuk pertanian. Namun, melalui pendekatan ilmiah, pengelolaan tanah yang tepat serta penggunaan teknologi pembenah tanah, lahan tersebut masih memiliki peluang besar untuk dipulihkan menjadi lahan produktif,” ujar Anton, Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan hasil penelitiannya, rehabilitasi tanah pascatambang dilakukan menggunakan bahan pembenah tanah (amelioran) berupa campuran asam humat, dolomit, dan kompos dengan dosis yang tepat. Perlakuan tersebut secara bertahap terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah, menetralkan keasaman, dan meningkatkan ketersediaan unsur hara sehingga mampu menjadi media tumbuh yang baik bagi tanaman sorgum.

Melalui perbaikan media tanam tersebut, Anton berhasil membudidayakan tiga varietas sorgum (Bioguma-2, Samurai-1, dan Samurai-2) yang menghasilkan biomassa tinggi. Sorgum ini diproyeksikan sebagai tanaman multiguna yang mendukung ketahanan pangan sekaligus sektor peternakan, karena bijinya dapat menjadi pangan alternatif sedangkan batang dan daunnya sangat potensial untuk sumber hijauan pakan berenergi tinggi bagi ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.

Ia menegaskan pentingnya inovasi akademik dalam menjawab persoalan nyata yang ada di tengah masyarakat dan daerah.

“Lahan bekas tambang tidak harus berakhir sebagai lahan mati, tetapi dapat diolah kembali menjadi ruang produktif melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” tegasnya.

Sebelum meraih gelar doktor, riset inovatif Anton ini juga telah menorehkan prestasi sebagai Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dengan judul “Kajian Agronomi dan Nutrisi Sorgum Hijauan Pakan Berenergi Tinggi di Lahan Pascatambang Batubara sebagai Produk Unggulan Kalimantan Selatan”.

Dalam paparannya di hadapan komisi penguji, Anton menyampaikan tiga novelti utama hasil penelitiannya, yaitu:

  1. Pengembangan formulasi amelioran berbahan baku lokal yang terdiri atas asam humat, dolomit, dan kompos.
  2. Pengembangan model integratif rehabilitasi lahan pascatambang melalui sinergi amelioran lokal, pupuk nitrogen (urea), dan fungi mikoriza arbuskula (FMA).
  3. Pengungkapan mekanisme adaptasi dan respons fisiologis tiga varietas sorgum terhadap interaksi amelioran lokal, dosis urea, dan FMA pada lahan pascatambang batubara sebagai dasar ilmiah dalam penyusunan paket teknologi budidaya sorgum berkelanjutan untuk penyediaan hijauan pakan.

Foto bersama Direktur Politala, Dosen Politala Anton Kuswoyo raih gelar Doktor di IPB University.

Anton mengakui bahwa keberhasilan riset yang aplikatif ini tidak terlepas dari dukungan penuh dan kolaborasi yang erat antara pihak kampus dengan dunia industri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam atas kesempatan, dukungan, serta fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan penelitian di lahan reklamasi pascatambang. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini sangat penting dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung rehabilitasi lahan, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Anton.

Sidang terbuka tersebut turut dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S., yang bertindak sebagai salah satu penguji luar komisi. Meldayanoor memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian akademik luar biasa ini, sekaligus kontribusi nyata yang diberikan bagi pembangunan daerah Kalimantan Selatan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Dr. Anton Kuswoyo atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Penelitian yang beliau lakukan tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah yang kuat, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan daerah, khususnya rehabilitasi lahan pascatambang batubara dan pengembangan komoditas sorgum sebagai sumber pangan dan pakan. Kami berharap hasil riset ini dapat terus dikembangkan menjadi inovasi terapan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan Kalimantan Selatan,” ujar Dr. Meldayanoor.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dosen-dosen Politala mampu memproduksi riset yang berkualitas, relevan, serta berdaya saing nasional maupun internasional. Kedepannya, Politala berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset terapan yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata, memperkuat hilirisasi, serta meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri demi kesejahteraan masyarakat luas. (Red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Awas! Modus Baru Penipuan WhatsApp, Kirim “Undangan” tapi Suruh Instal Aplikasi Berbahaya

6 March 2026 - 22:03 WITA

Trending on Teknologi