SANAK.ID, Pelaihari – Upaya preventif dalam menjaga ketahanan fisik aparatur negara dan elemen masyarakat terus digaungkan oleh jajaran otoritas kesehatan daerah. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut secara khusus menyerukan gerakan sadar skrining kesehatan dini serta pengoptimalan program imunisasi anak nasional sebagai benteng utama penangkalan sebaran penyakit menular maupun tidak menular. Senin (22/06/2026)
Instruksi strategis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut, dr. Isna Farida, saat bertindak selaku pembina upacara dalam agenda apel gabungan yang memadati halaman Kantor Bupati Tanah Laut.
Dalam amanatnya, dr. Isna Farida memaparkan peta kekuatan infrastruktur pelayanan kesehatan di bawah komandonya. Saat ini, Dinas Kesehatan Tanah Laut didukung penuh oleh 27 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yang terdiri atas jaringan 22 puskesmas, tiga rumah sakit umum daerah, satu laboratorium kesehatan, serta satu instalasi farmasi. Seluruh unit kerja ini menjadi perpanjangan tangan dinas dalam menjangkau layanan masyarakat di akar rumput.
Guna memaksimalkan fungsi tersebut, dr. Isna menekankan krusialnya jalur komunikasi horizontal antarperangkat daerah. Ia meminta seluruh instansi kedinasan untuk proaktif mengabarkan dan melibatkan fasilitas kesehatan terdekat jika mengadakan kegiatan berskala lintas sektor.
“Kami berharap setiap kegiatan yang melibatkan UPTD kesehatan dapat dikoordinasikan dan diinformasikan kepada Dinas Kesehatan agar sinergi pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” tegas dr. Isna di hadapan peserta apel.
Lebih lanjut, ia menguraikan filosofi bahwa kesehatan merupakan irisan antara hak konstitusional warga negara dan kewajiban personal individu. Sementara negara melalui pemkab berkewajiban menyiapkan infrastruktur serta alat medis yang andal, masyarakat dituntut memikul tanggung jawab moral untuk menjaga pola hidup mereka masing-masing.
Masyarakat lokal pun diimbau untuk tidak lagi mengadopsi budaya kuratif atau baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi fisik sudah memburuk. Skrining medis secara berkala harus dijadikan gaya hidup baru guna mendeteksi potensi anomali fungsi tubuh sedini mungkin.
Menutup arahannya, dr. Isna membocorkan sejumlah lompatan teknologi kedokteran yang kini telah tersedia di RSUD H. Boejasin. Rumah sakit milik pemda tersebut sekarang telah dipersenjatai dengan perangkat canggih CT Scan 64 Slice yang sanggup mengidentifikasi kelainan organ tubuh hingga skala mikro, termasuk penyumbatan pembuluh darah. Tak hanya itu, layanan penanganan jantung dan pembuluh darah kini semakin paripurna berkat operasional fasilitas Cath Lab terbaru di rumah sakit tersebut. (SANAK.ID/ARIYANI).










