Menu

Dark Mode
Cari Korban KM Virgo Transport 8, Polsek Takisung dan Warga Menyisir Perairan Pagatan Besar Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan Berjalan Aman dan Lancar Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang Perkuat Layanan Kesehatan, DPD Golkar Tanah Laut Siapkan 4 Unit Ambulans

Kota Baru

Kapal Nelayan Terbelah Dua Ditabrak Kapal Misterius di Kotabaru, 1 Tewas dan 1 Hilang

Avatar photobadge-check


					Tangkapan layar video - korban kecelakaan kapal nelayan terbelah di perairan Kotabaru Kalsel. (SANAK.ID/Ist) Perbesar

Tangkapan layar video - korban kecelakaan kapal nelayan terbelah di perairan Kotabaru Kalsel. (SANAK.ID/Ist)

SANAK.ID,KOTABARU— Kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Sebuah kapal perenggek ikan bernama “Mega Harapan” hancur terbelah dua setelah diduga ditabrak oleh sebuah kapal penumpang berbahan besi.

Akibat peristiwa tragis tersebut, nakhoda kapal dilaporkan meninggal dunia, satu Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang, sementara lima ABK lainnya berhasil selamat.

Berdasarkan laporan resmi dari Satpolairud Polres Kotabaru kepada Direktorat Polairud Polda Kalsel, kapal “Mega Harapan” yang membawa 7 orang (1 kapten dan 6 ABK) sedang berlayar dari arah Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Namun, saat melintas di sekitar perairan Desa Labuan Mas, kapal nelayan tersebut bertabrakan dengan kapal lain yang diduga merupakan kapal penumpang besi berwarna putih-biru.

Saat insiden terjadi, para korban yang selamat mengaku tidak melihat langsung detik-detik benturan. Empat di antaranya dalam kondisi tertidur, sedangkan satu orang lainnya sedang memasak. Mereka baru menyadari kecelakaan setelah tubuh mereka sudah mengapung di laut dan melihat kondisi kapal telah terbelah menjadi dua bagian.

Pihak kepolisian telah merilis identitas ketujuh korban kecelakaan laut tersebut:

Korban Meninggal Dunia: Muhamad Alwi (40), kapten kapal, warga domisili Perumnas Hilir, Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kotabaru (KTP Balikpapan).

Korban Hilang/Tenggelam: Gilang (23), ABK, warga domisili Perumnas Hilir, Batu Selira, Desa Hilir Muara, Kotabaru (KTP Makassar).

Korban Selamat (ABK):

1. Bahruddin (43), warga Desa Hilir Muara, Kotabaru.

2. Muhamad Soleh (26), warga Desa Hilir Muara, Kotabaru.

3. Amiruddin (40), warga Desa Tambak Permai, Kotabaru.

4. Alimuddin (43), warga Desa Hilir Muara, Kotabaru.

5. Usman (34), warga Desa Hilir Muara, Kotabaru.

 

Sekitar pukul 13.00 WITA, kelima korban yang selamat berhasil ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Para korban selamat langsung dievakuasi ke Desa Labuan Mas untuk mendapatkan pertolongan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama nelayan lokal masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi perairan Labuan Mas guna mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang. Pihak Satpolairud Polres Kotabaru juga tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas kapal besi misterius yang terlibat dalam tabrakan tersebut. ( SANAK.ID/RYAN WARDANI)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kawal Pilkades Serentak 2026 di Pulau Sembilan, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Pantau TPS di Tiga Desa

14 September 2026 - 13:02 WITA

Kawal Hak Tanah Warga Transmigrasi Bali, Kuasa Hukum Serahkan 84 Berkas SHM Gelombang Tiga ke BPN Kotabaru

14 September 2026 - 12:50 WITA

PTTUN Banjarmasin Batalkan 4 SHM di Sebelimbingan, BPN Kotabaru Wajib Ukur Ulang

14 September 2026 - 06:06 WITA

Polsek Pulau Sembilan Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkades 2026 Jalur Laut

9 September 2026 - 17:08 WITA

Empat Pejabat Utama Polres Kotabaru Berganti, Kapolres Tekankan Integritas dan Kesiagaan Karhutla

4 September 2026 - 15:53 WITA

Trending on Kota Baru