SANAK.ID, Pelaihari– Kemitraan strategis antara jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Tanah Laut terus diperkuat untuk memastikan arah pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang tepat. Hal ini terlihat saat Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, didampingi Wakil Bupati H. M. Zazuli, menghadiri Rapat Paripurna di Ruang Rapat Utama DPRD Tanah Laut, Rabu (17/06/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting. Di antaranya penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, serta jawaban resmi Bupati atas berbagai tanggapan dari pihak legislatif.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD atas kerja sama dan dedikasi dalam mengawal jalannya pemerintahan serta pembangunan daerah selama tahun anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa capaian daerah tidak terlepas dari sinergi antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang berjalan cukup baik.
Bupati juga menilai kritik dan saran dari DPRD sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan program pemerintah. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pembangunan ke depan bisa lebih optimal dan tepat sasaran.
Namun demikian, ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program pembangunan. Beberapa target fisik belum tercapai sesuai rencana, seperti program rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera yang belum optimal, serta perluasan cetak sawah yang masih terkendala di lapangan.
Kendala tersebut dipengaruhi oleh faktor non-teknis, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu serta hambatan operasional di lapangan. Hal ini berdampak pada keterlambatan realisasi sejumlah program prioritas.
“Semua masukan dari fraksi DPRD telah kami catat. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program ke depan,” ujar H. Rahmat Trianto di hadapan peserta rapat.
Selain evaluasi program berjalan, pemerintah daerah juga mulai menyoroti tantangan ke depan, terutama terkait potensi penurunan kapasitas anggaran daerah pada tahun 2027.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi potensi lokal, terutama sektor pariwisata dan sumber pendapatan baru yang produktif dan sah. (SANAK.ID/ARIYANI).










