SANAK.ID, BATAKAN – Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Kabupaten Tanah Laut berlangsung meriah melalui kegiatan jalan sehat yang dipusatkan di Pantai Batakan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga dirangkai dengan peluncuran program GEMA Darling (Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan) serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan organisasi wanita. Minggu (19/04/2026).
Acara yang dihadiri Bupati Tanah Laut, jajaran Forkopimda, TP PKK, serta berbagai organisasi wanita ini diawali dengan pelepasan merpati sebagai simbol dimulainya kegiatan. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang mengusung semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat.
Ibu Bupati Tanah Laut dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemilihan Pantai Batakan sebagai lokasi kegiatan memiliki tujuan edukatif sekaligus aksi nyata di lapangan.
“Kegiatan GEMA Darling hari ini sengaja kita laksanakan di Pantai Batakan agar kita tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga bisa langsung praktik, termasuk membantu membersihkan sampah yang ada di kawasan pantai. Ini merupakan ruang publik yang harus kita jaga bersama, dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa program tersebut memiliki tujuan jangka panjang dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan.
“Ke depan, anak-anak akan diberikan edukasi dan pendampingan agar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tidak hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
“Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi ada banyak rangkaian kegiatan seperti lomba-lomba yang diikuti oleh kader PKK dan organisasi wanita di Kabupaten Tanah Laut,” jelasnya.
Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang mengangkat tema inspirasi lintas generasi. Menurutnya, nilai perjuangan Kartini perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Kita ingin generasi muda, khususnya Gen Z, memahami bagaimana perjuangan Kartini di masa lalu. Dengan melibatkan mereka secara langsung dalam kegiatan, kita berharap tidak ada kesenjangan informasi antargenerasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta, khususnya kaum perempuan dan organisasi wanita.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu atas antusiasme dalam mengikuti kegiatan ini. Banyak organisasi wanita yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan berkumpul bersama. Terima kasih atas partisipasi serta pengorbanan waktu dan tenaga demi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi harus dilandasi dengan semangat pengabdian.
“Kita semua adalah bagian dari pemerintah yang memiliki peran dalam menyejahterakan masyarakat sesuai dengan bidang masing-masing. Kegiatan seperti ini bukan sekadar formalitas, tetapi harus didasari dengan niat dan tujuan berorganisasi yang kuat,” tegasnya.
Terkait peringatan Hari Kartini, Bupati menambahkan bahwa makna emansipasi perlu dipahami secara lebih luas.
“Emansipasi bukan hanya tentang menyamakan perempuan dengan laki-laki, tetapi bagaimana semangat dalam pendidikan, inspirasi, dan kontribusi dapat terus berkembang. Nilai-nilai perjuangan Kartini itulah yang harus kita ambil dan kita lanjutkan,” katanya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta nilai-nilai perjuangan Kartini dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang di Kabupaten Tanah Laut. (SANAK.ID/ARIYANI).










