SANAK.ID,PELAIHARI– Proyek perbaikan Jembatan Batang Banyu I di kawasan Bati-Bati resmi dimulai pada Rabu (26/11/2025).Pengerjaan infrastruktur vital ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di jalur penghubung utama Pelaihari-Banjarmasin, sehingga pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan parah dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
Selama masa konstruksi, arus kendaraan akan dialihkan melintasi jembatan darurat (Bailey) dengan sistem buka-tutup secara bergantian. Salah satu aturan krusial yang ditetapkan adalah pembatasan tonase maksimal 12 ton. Kendaraan dengan bobot di atas batas tersebut dilarang melintas di jembatan darurat dan diwajibkan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.
Untuk mengurai kepadatan dan menghindari antrean panjang, Kepolisian Resor (Polres) Tanah Laut telah menyiapkan skema jalur alternatif sebagai berikut:
1. Rute Pelaihari – Banjarmasin (PP): Pengguna jalan diarahkan melalui jalur Pulau Sari – Kurau – Lingkar Selatan.
2. Rute Pelaihari – Banjarbaru (PP): Disarankan menggunakan jalur via Tambang Ulang – Martadah – Banyu Irang/Cempaka.
Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Tanah Laut, IPTU A.R.R. Dikav, S.Tr.K, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan ini berlangsung.
“Mohon kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jalan. Rekayasa lalu lintas ini kita lakukan demi keselamatan bersama. Semoga perbaikan berjalan lancar dan jembatan dapat digunakan optimal menjelang acara rutinan Malam Senin Sekumpul,” ujar IPTU Dikav.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pengendara untuk tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan dijalan raya.










